Atletico Madrid mendapat tiga poin yang mengamankan jarak mereka dengan Real Madrid. Tiga poin tersebut tidak didapat secara cuma-cuma setelah belanja di Indomaret, Indoapril ataupun Indo-Indo lainnya yang kadang suka berformat 3gp. Jarang yang HD.

Tiga poin tersebut berhasil mereka raih setelah mengalahkan Getafe pada pertandingan lanjutan La Liga. Bertandang ke markas Getafe, Atletico menang tipis 1-0. Dalam laga yang digelar di Coliseum Alfonso Perez tersebut, gol Koke di menit-menit awal menjadi satu-satunya gol pada laga yang digelar di atas rumput tersebut.

Diego Simeone membuat kejutan pada pertandingan tersebut dengan memainkan seluruh tim intinya. Padahal mereka sudah ditunggu oleh final Liga Eropa pada 16 Mei mendatang. Meski tidak akan ditinggal oleh final kalaupun datang terlambat, namun keputusan dari Simeone tersebut dapat berakibat fatal.

Para pemain intinya bisa saja mendapat cedera yang aneh-aneh pada pertandingan tersebut seperti pegal jari manis kaki kanan ataupun keram di hidung. Tetapi hingga pertandingan berakhir, para pemain tetap sehat walafiat dan tidak ada yang pernah lupa untuk berhenti bernapas.

Atletico langsung mencetak gol tidak lama setelah wasit memulai laga. Koke yang konon katanya suka makan jika sedang lapar membuka keunggulan “Los Rojiblancos” pada menit kedelapan.  Mendapat operan dari Griezmann, Koke melepaskan tendangan tajam macam tusuk sate dari dalam kotak penalti. Tim tamu unggul 1-0.

Getafe sempat mendapat peluang 24 karat alias peluang emas ketika wasit menghadiahkan mereka tendangan penalti. Sayang sekali Faycal Fajr yang menjadi eksekutor gagal menunaikan tugasnya.

Tendangan  datarnya berhasil dibaca dengan tepat oleh Jan Oblak meski tidak ada subtitle dari LebahGanteng ataupun PeinAkatsuki yang ngetren di Subscene.com. Hingga pertandingan berkahir skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan Atletico.

Keberhasilan Atletico yang menjaga gawangnya tidak kebobolan untuk kesekian kalinya mendapat pujian dari sang pelatih. Terutama kegemilangan Oblak yang bermain bagus pada pertandingan tersebut.

Kiper yang sepertinya tidak pernah ngobrol pakai bahasa Minang sama temannya sesama orang Slovenia itu, melakukan empat penyelamatan termasuk menggagalkan sebuah tendangan penalti.

Hal yang belum pernah dilakukan Ronaldo botak maupun Maradona sepanjang karier profesionalnya. Keberhasilannya tersebut membuat gawang Atletico tetap perawan setidaknya sampai ada yang mau menikahinya nanti.

Performa apik tersebut membuat Simeone ingin Oblak terus bertahan di Wanda Metropolitano. Pasalnya beberapa tim sudah mencoba menggoda sang kiper itu untuk hengkang.

“Senang rasanya Oblak bersama kami. Dia kesulitan menembus tim utama pada awalnya, tetapi bersabar dan menjadi salah satu kiper terbaik dunia saat ini,” ujar Simeone dikutip dari Goal.

“Saya berharap, kami masih memilikinya musim depan dan Oblak tetap bahagia berada di klub ini,” lanjut juru taktik asal Argentina itu.

Main photo: Squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here