Zinedine Zidane kembali membawa Real Madrid bangkit dari keterpurukan pada musim 2019/2020 ini. Hal ini mengundang decak kagum dari Fabio Cannavaro yang menyebutnya pelatih yang spektakuler.

Selepas ditinggal oleh Zinedine Zidane, performa Madrid memang cukup labil macam anak SMP baru lulus. Bahkan pada musim 2018/2019 mereka sampai tiga kali berganti pelatih. Dari Julen Lopetegui, Santiago Solari, hingga kembali diumpan lambung ke Zidane.

Madrid pun melewati musim tersebut tanpa meraih trofi. Mereka berakhir di urutan ketiga La Liga, tersingkir di semi final Copa del Rey, serta kandas di babak 16 besar Champions.

Namun pada musim ini performa Madrid kembali menunjukan tanda-tanda positif. Mereka bahkan menjadi kandidat kuat peraih La Liga musim ini meskipun bersaing ketat dengan Barcelona.

Hal ini diyakini merupakan salah faktor kembalinya Zidane ke kursi kepelatihan. Sejak kembalinya Zidane di bulan Maret 2019, Madrid telah menjalani 50 laga bersama Zidane.

Hasilnya, Zidane membawa Madrid menang 27 kali, 13 kali imbang dan 10 kali tumbang.

https://twitter.com/ClassicFootbaIl/status/1245452123418099713?s=19

Performa itu memang belum bisa dibandingkan dengan periode awalnya ketika menjadi pelatih. Saat itu Zidane membawa Madrid menjuarai Champions selama tiga musim beruntun.

Meski demikian, kerja Zidane tetap mendapat pujian dari mantan pilar lini belakang Madrid, Fabio Cannavaro.

“Saya harus menyelamati Zizou (Zinedine Zidane),” kata Cannavaro dalam perbincangan dengan Casillas yang dikutip Detik dari Marca.

“Untuk bagaimana dia mengelola ruang ganti, klub, para fan…dia luar biasa. Dia mengelola itu dengan cara yang spektakuler,” tambah pelatih Guangzhou Evergrande itu.

Selama menangani Madrid sendiri, Zidane mencatatkan persentase kemenangan sebesar 69,8 persen.

Dari 149 pertandingan yang dijalani, Madrid menang 104 kali, imbang 29 kali, dan kalaj 16 kali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here