Masih dari Pep Guardiola. Pelatih berkepala botak itu belum lama memerhatikan skuatnya yang banyak menerima kartu. Belum selesai masalah tersebut, kini masalah berikutnya sudah datang tanpa permisi.

Dalam lanjutan Liga Primer tadi malam, Manchester City dibantai tanpa ampun oleh Everton. Tak tanggung-tanggung, gawang Claudio Bravo dihujam sampai empat gol tanpa balas.

Bagi Pep, kekalahan ini menjadi salah satu film horor dalam sejarah kepelatihannya. Tinggal pilih mau film horor yang mana, mulai dari Ju-On, Insidious, The Grudge, The Conjuring, Jelangkung, sampai Sundel Bolong filmnya Suzanna. Ngeri-ngeri sedap.

Mungkin, Pep bisa memilih film Jelangkung untuk mengumpamakan kengeriannya itu. Jelangkung merupakan salah satu film horor terseram di Indonesia yang pernah ada. Datang tak dijemput, pulang tak diantar.

Gol demi gol tiba-tiba bersarang begitu saja di gawang Bravo. Sama halnya dengan suster ngesot yang tiba-tiba nongol hingga membuat penonton menutup mata tak sanggup melihatnya.

“Ini memang mengerikan bagi para pemain saya. Tapi saya coba menghibur mereka untuk tetap positif karena mereka melakukan hal yang fantastis musim ini,” katanya dikutip dari Sky Sports.

Sebelumnya, Pep memang pernah kalah telak saat menangani Bayern Muenchen. Tapi beberapa di antaranya takluk dari klub sekelas Borussia Dortmund (0-3), Real Madrid (0-4), dan Barcelona (0-4). Kekalahan dari Barcelona dia alami saat sudah menangani City.

Bingung mesti diapain lagi ini City. (Twitter: @Football_Tweet)

Pep mengatakan bahwa timnya bermain cukup baik dan banyak menciptakan peluang. Tapi entah mengapa, bola tampaknya belum kenalan dengan kiper Joel Robles karena tampaknya masih malu-malu untuk masuk ke gawang Everton.

“Kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol tapi tak mampu mencetak gol. Sedangkan Everton punya satu peluang dan langsung menjadi gol,” ujar mantan pelatih Barcelona itu.

Gara-gara kekalahan ini, peringkat City makin melorot ke peringkat lima. Terpaut 10 poin Chelsea yang kini nyaman duduk di puncak klasemen tanpa mau dicolek sedikit pun.

Gara-Gara Bravo?

Beberapa media Inggris juga sedikit menyalahkan Bravo yang tak becus mengawal gawang “The Citizens“. Saat ini, gawang City sudah dibobol 26 kali dari 21 laga sehingga menempatkan mereka sebagai klub keempat yang paling banyak kebobolan di antara 10 tim teratas Liga Primer saat ini.

Kiper Cile itu juga dianggap lemah dalam mengantisipasi beberapa peluang Everton. Salah satunya gol keempat Everton yang dicetak pemain seumur jagung, Ademola Lookman.

Bola hasil tendangan Lookman dengan santainya melewati sela-sela selangkangan Bravo atau bahasa kerennya nutmeg. Melihat hal tersebut bukan tak mungkin fans City tiba-tiba kangen dengan sang mantan kiper, Joe Hart.

Bukan hanya pada laga ini saja, secara statistik Bravo juga kurang bagus-bagus amat. Rasio penyelamatannya hanya 58% dari total tendangan yang diterimanya. Dia hanya berada di urutan ke-14, kalah jauh dari peringkat pertama yang dipegang Tom Heaton dari Burnley yang mencapai 76%.

Tentu saja, masalah ini akan membuat kepala gundul Pep makin gundul lagi. Akankah dia kembali teringat masa-masa kejayaannya di Barcelona dan Muenchen? Hanya dia dan Tuhan yang tahu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here