Bulan Ramadhan yang seharusnya menjaga hawa nafsu, rupanya gagal dipraktekan para pemain Bosnia Herzegovina dan Yunani. Memang tak semuanya melaksanakan ibadah bulan Ramadhan, tapi keributan yang terjadi di laga tersebut tak pantas dilihat di dunia sepak bola.

Apalagi, yang berbuat keributan pertama kali adalah dua pemain Roma, Edin Dzeko dan Kostas Manolas. Kedua pemain Roma itu memang lagi membela negaranya masing-masing. Dzeko membela Bosnia dan Manolas membela Yunani.

Namun, perbedaan dua bangsa dan negara itu membuat keduanya lupa ingatan. Lupa kalau yang dihadapi itu temannya sendiri di klubnya. Jadi tidak mungkin mereka saling kenal karena mereka pasti sering ganti baju bareng.

Entah bagaimana, aksi tak terpuji itu terjadi setelah pertandingan. Dzeko yang badannya sedikit lebih gede tiba-tiba mendatangi Manolas. Keduanya adu bacot alias adu mulut. Entah apa yang mereka bicarakan karena tidak terdengar sampai ke Indonesia. Kalau pun terdengar, bahasanya juga bukan bahasa Indonesia.

Setelah adu bacot, tiba-tiba Dzeko mendorong wajah Manolas tanpa basa-basi. Manolas pun berusaha membalas tapi enggak jadi. Tidak tahu apakah takut atau jiper atau bagaimana. Bisa juga dia ingat kalau Dzeko adalah temannya sendiri di Roma.

Manolas setelah itu berusaha menghindari Dzeko yang masih marah-marah. Namun, situasi makin tak kondusif setelah warga sekitar datang mengerubuti kedua pemain itu. Ada yang memisahkan ada yang memanas-manasi. Ya namanya juga warga.

Sampai akhirnya keributan terjadi. Muhamed Besic berlari mengejar Manolas dan menyerang dari belakang namun aksinya dihentikan Giannis Giannotas. Saat berusaha menghentikan Besic, Giannotas malah kena bogem mentah dari staf pelatih Bosnia sampai giginya patah.

Kasihan juga Giannotas jadi enggak ganteng lagi. Maklum, kini giginya ompong. Kalau ompongnya sebelah kiri siap-siap saja dipanggil “Pongki” alias ompong kiri.

Tidak diketahui apa penyebab pertengkaran Dzeko dan Manolas, apakah karena ledek-ledekan di tongkrongan atau gara-gara masalah cewek. Tak ada yang tahu. Hanya mereka berdua dan Tuhan yang tahu.

Manolas sendiri juga tak mengungkapkan secara spesifik. Pemain yang berposisi sebagai bek itu hanya kesal dengan para pemain Bosnia yang tak menghormati lagu kebangsaan Yunani.

“Orang-orang Bosnia harus malu dengan diri mereka sendiri karena tidak menghormati lagu kebangsaan kami. Hal semacam ini tidak mewakili sepakbola,” ujarnya.

Belum ada tanggapan resmi dari Roma, selaku empunya kedua pemain tersebut. Apakah diselesaikan secara adat atau sampai harus dibawa ke kantor polisi. Namun, kalau begini terus suasana ruang ganti “I Giallorossi” tentu makin tak enak hati alias awkward.

Hasil gambar untuk dzeko manolas roma
Foto kiri saat lagi mesra-mesranya, foto kanan lagi berantem. (Source: Bola.net)

Main photo: Calciomercato

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here