Laga antara Juventus kontra Inter Milan bersama empat laga Serie A lain akhirnya diputuskan mengalami penundaan akibat merebaknya virus Corona di Italia. Keputusan ini menimbulkan kecurigaan karena diduga adanya campur tangan Juventus.

Pertandingan yang bertajuk Derby d’Italia ini jadi salah satu laga yang paling ditunggu di Serie A musim ini. Sebab kedua tim sedang kejar-kejaran di puncak klasemen yang belakangan tiba-tiba ada Lazio ikutan.

Sayang pertemuan yang dijadwalkan akan berlangsung akhir pekan lalu justru akhirnya ditunda setelah virus Corona mulai menyebar di Italia bagian utara.

Sebelumnya laga itu disebut akan tetap dilakukan namun berjalan krik-krik karena dilarangnya kehadiran suporter. Andai mencetak gol, sudah pasti tidak bisa pantun “oyyy penonton.”

Namun jelang pertandingan dilangsungkan, pihak Serie A membuat keputusan untuk membatalkan laga Derby d’Italia tersebut, termasuk empat laga lain yaitu Udinese vs Fiorentina, AC Milan vs Genoa, Parma vs SPAL, serta Sassuolo vs Brescia.

Pertandingan itu disebut diundur hingga 13 Mei mendatang. Tapi karena berpotensi ‘bentrok’ dengan jadwal Coppa Italia, maka pertandingan Coppa itu sendiri akan diundur sampai 20 Mei.

https://twitter.com/BianconeriZone/status/1234396136531746816?s=20

Banyak pihak yang kemudian mencurigai adanya keterlibatan Juventus pada penundaan ini. Sebuah konspirasi Wahyudi!

Gara-gara skandal yang pernah mencuat lebih dari satu dekade yang lalu, sekarang apa-apa di Serie A ini diduga ada konspirasi. Banyak penganut paham bumi datar sepertinya di Italia sana.

Adanya intevensi alias campur tangan Juventus disebut karena mereka tidak ingin kehilangan keuntungan dari tiket penonton laga kandang.

Terkait hal tersebut, Beppe Marota selaku CEO Inter Milan enggan menyorotinya. Ia lebih menyoroti penundaan yang dirasa terlalu mendadak. Apalagi penundaan itu membuat Inter sudah dua pekan tidak nongol di televisi.

“(Keputusan) itu dibuat amat sangat mendadak,” kata Marotta dikutip dari Detik.

“Saya tak mau bikin kontroversi. Lega sudah memutuskan, kami menerima, tapi hal ini berimbas pada banyak laga, termasuk Udinese-Fiorentina beberapa jam sebelum kick-off. Bikin keputusan di menit akhir mungkin bisa dihindari. Saat ini saya sangat merisaukan masa depan karena tak mau berada dalam posisi sama pekan mendatang,” tuturnya.

“Inter sudah minta pertemuan mendesak untuk membahas sejumlah topik sensitif, termasuk memastikan bahwa liga dimainkan rutin dan kompetitif,” katanya.

“Kami harus berusaha mengadopsi sebuah regulasi yang fair guna memastikan rutinitas turnamen di masa mendatang karena jujur saja saya sudah sangat merisaukan pekan depan.”

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here