Pemain yang namanya sekilas mirip dengan Arnold Suasanasegar, Bastian Schweinsteiger, memutuskan untuk mengakhiri kariernya sebagai pemain sepak bola. Mantan pemain timnas Jerman itu disebut Joachim Loew sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.

Schweinsteiger sendiri mengakhiri kariernya di liga opa-opa setelah kurang lebih dua tahun bermain untuk Chicago Fire. Jelas liga opa-opa yang dimaksud bukan Oppa-Oppa Korea yang wajah dan kulitnya putih bersih macam tembok rumah orang kaya.

Melainkan opa-opa dalam konteks pemain yang sudah tau dan sudah habis masanya. MLS atau Liga Amerika memang tampak seperti liga panti jompo setelah menjadi tempat tujuan para pemain top Eropa yang sudah memasuki masa akhir.

Begitu juga sepertinya dengan pemain yang susah sekali diketik namanya, Schweinsteiger. Ia memutuskan pensiun setelah Chicago Fire gagal lolos play-off MLS.

Pemain yang satu ini pada masa jayanya memang salah satu yang paling disegani. Satu hal yang paling diingat adalah aksinya di Maracana. Pada saat itu Schweinsteiger merupakan pilar penting di lini tengah Jerman dan sekaligus megemban jabatan sebagai kapten.

Melawan Argentina di partai puncak Piala Dunia, Jerman akhirnya meraih kemenangan lewat gol tunggal Mario Gotze di babak tambahan. Laga itu juga bisa disebut sebagai puncak karier Schweinsteiger selama menjadi pemain sepak bola.

https://twitter.com/FootballFactly/status/1181629385708728322?s=20

Mantan gelandang Bayern Munich dan Manchester United itu mengumpulkan 121 caps dan mengapteni tim nasional selama dua tahun setelah Philipp Lahm pensiun.

Hal tersebut juga diingat betul oleh pelatih Jerman, Joachim Loew. Bahkan ia tak segan menyebut Schweinsteiger sebagai salah satu pemain terbaik dunia.

“Hari ini kita membicarakan soal [laga uji coba melawan] Argentina, bertepatan saat Basti mengakhiri kariernya. Dia adalah pemain berkelas,” kata Low dikutip dari Goal Indonesia.

“Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Jerman. Masing-masing dari kita pastinya punya gambaran soal dia di kepala dan terlebih laga tersebut, final di Maracana, darah yang bercucuran, tapi dia tetap berjuang.

“Dia berjuang sampai terjatuh. Tekadnya untuk menang juga bisa dilihat dalam setiap aksinya. Dia adalah pemain dan pribadi yang hebat.”

Sepanjang kariernya Schweinsteiger hanya bermain untuk tiga klub saja. Bayern Munchen, Mancheter United, serta Chicago Fire. Namun itu belum termasuk klub senam atau zumba yang siapa tahu saja dia ikuti.

Tercatat delapan gelar Bundesliga, satu Liga Champions, serta Piala FA jadi beberapa trofi yang diraih Schweinsteiger.

“Setiap pemain yang pernah bermain bersama kami, tentu saja diterima dengan terbuka. Seperti halnya Miroslav Klose,” lanjut Low.

“Saya kenal dia, selalu terbuka, selalu jujur, selalu empati terhadap fans. Fans juga menyukai dia. Teruntuk Bastian, dia selalu punya tempat bersama kami.”

https://twitter.com/ESPNFC/status/1181992878047924226?s=20

Main photo: @foxsoccer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here