Seperti kata-kata mutiara klasik yang sangat bijak dari negara +62 bahwa “penyesalan selalu di akhir, kalau di awal namanya pendaftaran”. Eric Cantona mengatakan bahwa salah satu penyesalan dirinya adalah terlalu buru-buru untuk pensiun dari dunia sepak bola.

Untuk diketahui bahwa Cantona memutuskan untuk pensiun pada usia yang masih cukup muda sebenarnya. Saat masih berusia 31 tahun, ia memutuskan untuk berhenti berkarier sebagai pemain sepak bola pada masa berakhirnya rezim Orde Baru, tepatnya pada tahun 1997.

Padahal usia-usia seperti itu sebenarnya fisik seorang pemain masih cukup mumpuni. Paling-paling penyakit-penyakit yang muncul hanya asam urat dan darah tinggi. Kalau sudah 40 tahun, barulah penyakit diabetes atau glukoma mulai mengancam.

Cristiano Ronaldo yang berusia 34 tahun saja masih belum berubah kelakuannya yang sering membuat kiper bersedih karena kebobolan.

Cantona saat itu juga sedang menjalani periode emas bersama Manchester United. Pada masa itu, Cantona juga mengemban jabatan sebagai kapten utama “Setan Merah”. Pemain yang bisa dibilang sumbu pendek itu bahkan dijuluki sebagai “King” karena kehebatan dan reputasinya.

Tapi bukan “The Last King” alias Raja Terakhir. Kalau seperti itu nanti malah nge-rap kayak Yonglek, “yo, disini ada anak tangga yo”.

Pada sebuah sesi wawancara, Cantona mengungkapkan penyesalan dirinya karena pensiun di usia yang masih sangat muda. Saat itu Cantona mengaku terkadang berpikir untuk kembali bermain hingga usianya mencapai kepala empat.

“Karena saya memilih pensiun dalam usia terlalu muda, saya selalu merasa dalam sepuluh tahun terakhir atau setidaknya hingga saya berusia 45 tahun, saya bisa membayangkan saya bisa berlatih selama 3-6 bulan dan kemudian mampu bermain di level tertinggi,” ucap Cantona dikutip dari situs CNN Indonesia.

Meski demikian Cantona juga menyadari bahwa hal tersebut sulit terwujud karena banyak hal berat yang harus dilalui untuk kembali pada performa puncak.

“Terkadang dirimu lupa hal-hal yang harus dilakukan agar bisa berada dalam kondisi 100 persen lalu berkata mudah untuk kembali. Namun kemudian ketika mulai benar-benar berpikir hal-hal lain, kemudain barulah berkata ‘oh’,” kata Cantona yang saat ini berusia 53 tahun.

Setelah pensiun, Cantona mengatakan bahwa dirinya sempat tidak menonton sepak bola hingga beberapa tahun.

“Saya tidak menonton sepak bola dalam dua atau tiga tahun setelah pensiun dari dunia sepak bola.”

“Karena bila melihat sepak bola, kalian tentu menginginkannya. Sepak bola seperti obat-obatan terlarang, dengan tambahan adrenalin. Saya harus menjauh dari sepak bola karena itu saya tidak menonton sepak bola,” ujar pria asal Prancis.

Cantona datang ke MU dengan status pemain termahal Liga Inggris setelah didatangkan dari Leeds United dengan biaya 1,2 juta poundsterling. Kedatangannya menjadi tonggak dari dominasi MU era Ferguson di Premier League.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here