Penyebaran virus Corona di Italia terasa cukup mengganggu gelaran Serie A. Kompetisi sepak bola teratas di Italia itu dipastikan tetap menjalankan pertandingan, namun dengan tanpa dukungan suporter.

Italia memang jadi salah satu negara terdampak Corona yang memiliki kasus paling banyak sejauh ini.

Penyebaran virus yang membuat banyak oknum di negara +62 yang menimbun masker itu membuat banyak jadwal pertandingan sepak bola dari Serie A hingga liga non-profesional ditunda.

Stadion memang jadi tempat yang sangat berpotensi untuk menularkan virus tersebut. Satu orang saja yang kena, lalu datang ke stadion, batuk dan bersin kesana kemari sesuka hati, pasti akan menghasilkan efek penyebaran yang sangat luas.

Akhirnya pemerintah Italia memutuskan untuk tetap menjalani laga, namun tanpa kehadiran suporter ataupun penonton bayaran (kalau memang ternyata ada macam Dahsyat).

Hal ini untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona di Italia, yang mulai masuk tahap mengkhawatirkan di negara tersebut.

Lombardy, region tempat kota Milan berada, menjadi wilayah paling terdampak. Dilansir Detik dari kantor berita ANSA, hingga Rabu kemarin, sudah 107 orang meninggal karena virus corona di Italia, 73 di antaranya di Lombardy.

https://twitter.com/Inter_en/status/1234838549406588935?s=20

Inter pun sudah merasakan imbasnya. Mereka terpaksa menjamu Ludogorets tanpa bisa “oooy penonton” karena laga dijalankan secara tertutup.

Namun presiden Inter, Steven Zhang, tak risau dengan performa timnya meski harus bermain di stadion yang bakalan krik-krik karena sepi. Kemenangan 2-1 atas Ludogorets sudah menjadi bukti.

“Saya tak khawatir pertandingan tertutup akan mempengaruhi penampilan tim saya,” ujar Zhang dikutip dari Detik.

“Yang saya khawatirkan adalah risiko keselamatan publik jika pertandingan terus dimainkan di depan khalayak ramai,” sambungnya.

Zhang merasa keputusan bermain tanpa penonton yang dikeluarkan pemerintah Italia sudah benar. Hal itu juga agar kalender olahraga yang sudah disusun tetap berjalan sesuai jadwal.

“Keputusan memainkan pertandingan tanpa penonton sudah tepat,” kata Zhang.

“Sebagai sebuah klub, kami punya tanggung jawab untuk menyampaikan hal yang benar. Keamanan jelas prioritas utama.”

“Pertandingan tertutup jelas hal yang sulit dengan menimbang berbagai alasan. Tapi agar kalender yang sudah disusun bisa berjalan normal, keputusan ini harus diambil,” jelas pria 29 tahun tersebut.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here