Hanya selang beberapa hari saja dari kepulangan Diego Maradona, Papa Bouba Diop menyusulnya. Ya, Diop telah berpulang setelah mengidap penyakit yang dideritanya sejak lama. Sepak bola kembali berduka.

Diop wafat di Paris pada Minggu (29/11/2020) waktu setempat. Seperti dilansir dari Detik, The Guardian menyebut ia sudah mengalami sakit berkepanjangan.

Diop meninggal karena charcot disease, sejenis penyakit yang menyerang saraf dan membuat penderitanya merasakan mati rasa pada sendi.

Diop memang tak seterkenal Maradona. Sepanjang kariernya, Diop bisa tak penah membela tim besar. Dia cuma main di klub-klub medioker Neuchatel Xamax, Grasshopper, Lens, Fulham, Portsmouth, AEK Athens, West Ham, dan Birmingham City.

Prestasi Diop pun tak begitu gemerlap. Capaian yang paling diingat adalah saat ia bersama Portsmouth secara mengejutkan menjadi juara Piala FA 2008. Sementara di level timnas, ia membawa Senegal menjadi runner-up Piala Afrika 2002.

Namun penggemar bola pasti tahu siapa dia. Seorang pencetak gol legendaris di Piala Dunia 2002, pencetak gol pertama di turnamen itu, sekaligus pencetak gol kemenangan Senegal atas juara bertahan Prancis.

Prancis berhadapan dengan Senegal pada laga pertama Piala Dunia yang diselenggarkan di Jepang dan Korea Selatan itu.

Ketika itu, media ramai menebak siapa yang akan mencetak gol pertama di gelaran Piala Dunia 2002. Nama-nama beken bermunculan mulai dari Zinedine Zidane, Thierry Henry, sampai David Trezeguet.

Prancis ketika itu berstatus juara bertahan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Sementara Senegal statusnya tim gurem, tim debutan, baru pertama kali lolos ke Piala Dunia. Sudah pasti semua menjagokan Prancis.

Tak disangka, Prancis keok di laga pertama. Mereka kebobolan pada menit ke-30. Golnya juga tidak bagus-bagus amat, cenderung ribet. Diop lah pencetak gol legendaris tersebut.

Serangan dari pinggir El Hadji Diouf bisa dipotong Emanuel Petit, tapi bola malah memantul kena Fabien Barthez dan segera disambar Diop yang lagi terjatuh ketika itu. Golnya memang jelek banget, tapi berdampak besar dan memikat hati.

Buat yang lahir era 2000-an sudah pasti tak melihat momen itu. Tak merasakan nikmatnya nonton Piala Dunia siang-siang sepulang sekolah. Lihatnya dari Youtube saja.

https://twitter.com/iamOkon/status/1333099582880968708

Tak ada yang tahu juga nama Papa Bouba Diop ketika itu. Baru kali itu dunia tahu nama Diop. Gara-gara bikin gol ribet lawan Prancis. Sekaligus mengalahkan “Les Blues” di laga pertama Piala Dunia. Geger lah dunia ketika itu.

Yang bikin geger, Prancis tidak mampu lolos dari fase grup. Bahkan tak mampu mencetak gol sama sekali. Gagal berawal dari Senegal.

Senegal tak hanya berkiprah di fase grup. Mereka pun lolos dan sampai ke perempat final. Dari situ banyak nama pemain Senegal mulai dikenal, selain Diop, ada juga El Hadji Diouf, Salif Diao, Aliao Cisse, sampai Henri Camara.

“Kepergian Papa Bouba merupakan kehilangan besar bagi Senegal,” tulis Presiden Senegal, Macky Sall, melalui akun Twitter pribadinya.

Selamat jalan, Diop. Gol “jelek tapi memikat” 2002 milikmu tak akan kami lupakan!

SHARE
Previous articleArsenal Lagi-lagi Kalah, Dah lah…
Next articleCavani Dituduh Rasis, Benarkah Rasis? Tarik, Sis!
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here