Inter Milan dan AC Milan, saudara sekontrakan baru saja bentrok di Coppa Italia. Laga itu menghadirkan keseruan tingkat tinggi. Kontroversi, penalti, sampai berkelahi. Ini baru derbi!

Namanya derbi memang yang ditunggu-tunggu adalah keributan dan baku hantamnya. Hal ini tersaji pada derbi ini saat Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic terlibat cekcok sampai mau berkelahi.

Inter memang memenangkan laga ini dengan penuh kontroversi. Kalau katanya Milanisti, Inter ini semacam dibantu wasit. Soalnya sampai butuh kartu merah dan penalti untuk memenangkan laga. Inter sukses melangkah ke semifinal Coppa dengan kemenangan 2-1.

Inter memang sempat tertinggal di babak pertama lewat sebuah tendangan mejik ala Zlatan. Sebuah tendangan rada asal-asalan tanpa melihat gawang tapi bisa masuk ke gawang. Bikin Samir Handanovic kembali bertelekinesis.

Namun keributan terjadi menjelang akhir babak pertama. Tampak Lukaku terlibat adu mulut dengan Zlatan. Lukaku tampak emosional banget, katanya Zlatan sampai bawa-bawa orang tuanya.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1354166676128997383
https://twitter.com/FootyHumour/status/1354168618242756609

Zlatan pun meledeknya sambil cengar-cengir. “Kembalilah ke Voodoo, sialan!” kira-kira begitulah terjemahannya. Yang sudah pasti aslinya jauh lebih kasar dari itu. Maklum, takut dibaca anak-anak.

Tampak Zlatan berkata itu berkali-kali. Lukaku tidak terima lantaran ibunya dibawa-bawa. Dia pun mengajaknya kelahi sampai dikejar ke ruang ganti. Entah Zlatan ini takut apa gimana, dia ngeloyor saja pergi ke ruang ganti, ogah meladeni.

Padahal bakal seru kalau ini dilanjutkan sampai baku hantam. Zlatan terkenal punya ilmu bela diri, sedangkan Lukaku badannya lebih gede dari Zlatan, pasti ada perlawanan buat ikut piting-pitingan.

Keributan itu sampai dilerai kedua belah pihak. Butuh usaha luar biasa untuk melerainya karena Lukaku ini badannya segede gaban. Mana yang misahin si Nicolo Barella yang imut-imut macam botol Yakult.

Wasit hanya bisa mengeluarkan kartu kuning kepada masing-masing bang jago.

Pertandingan dilanjutkan babak kedua. Zlatan akhirnya menerima kartu kuning keduanya hingga otomatis kena kartu merah. Unggul jumlah pemain, Inter ngotot mengejar ketertinggalan.

Sampai akhirnya kesampaian. Lewat sebuah aksi berbau ‘menyelam’ dari Barella, voucher penalti pun diberikan. Lukaku yang sudah kepalang emosi menjebret penalti dengan kencang. Kiper Milan sudah dibayangkan seperti wajahnya Zlatan.

Menjelang akhir laga, Inter mendapat tendangan bebas persis di depan kotak penalti Milan. Katanya sih pelanggarannya ‘ghoib’. Dikira main sama setan kali. Dikira ini pertandingan main bareng jin kali, ghoib. Tapi ya bisa saja wasit disogok bubur atau nasi uduk oleh Inter sebelum laga.

Tendangan bebas pada menit ke-96-an itu dilakukan oleh Christian Eriksen dan meluncur masuk ke gawang. Inter akhirnya memenangkan laga panas ini.

Sangat mengecewakan kami harus tersingkir. Apalagi kami sangat ingin meraih kemenangan di kompetisi ini,” kata Pioli dikutip dari Football-Italia. 

“Penampilan pemain sebenarnya cukup bagus. Tapi satu orang terkena kartu merah membuat kami merasakan kesulitan,” kata Stefano Pioli.

Namun hal itu langsung dibantah Antonio Conte. Conte menilai kalau 11 lawan 11 Inter masih bisa mengalahkan Milan, tidak usah pakai alasan 10 pemain segala.

“Milan juga berkualitas, tapi bahkan 11 lawan 11 pun kami punya peluang untuk membalikkan keadaan. Saya kira hasilnya tidak adil sampai terciptanya gol kemenangan. Kami mengambil inisiatif, kiper mereka adalah man of the match,” imbuhnya.  

https://twitter.com/TrollFootball/status/1354190777685970945

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here