AS Roma berhasil memenangkan duel maut melawan Napoli pada lanjutan Seri A tadi malam atau kemarin siang waktu Italia bagian tengah. Tim berjuluk “Serigala” itu mengalahkan Napoli dengan skor tipis 2-1.

Nicolo Zaniolo kembali menjadi bintang pada laga itu setelah membuat satu gol lumayan penting. Dia membuka keunggulan Roma melalui serangan balik dan ditutup dengan tendangan tepat sasaran.

Tendangannya benar-benar terarah dengan baik. Padahal tidak ada kekeran atau panah-panah targetnya macam di gim tembak-tembakan.

Beberapa menit kemudian, Roma dapat penalti setelah Jose Callejon yang sok-sokan rambutnya dicat putih macam sisaan abu asbak, melakukan hal yang tak perlu dilakukan di kotak penalti.

Dia malah mengontrol bola pakai tangan padahal tidak dalam keadaan yang berbahaya. Bodoh sekali, Yang Mulia.

Setelah melihat VAR, wasit memutuskan kasih penalti. Lumayan banget, ada rezeki di saat yang tak terduga. Sayangnya, sudah dikasih rezeki bukannya bersyukur malah dibuang-buang. Aleksandar Kolarov malah menendangnya ke arah kiper Alex Meret.

Untung saja, di babak kedua mereka dapat penalti lagi. Rezeki memang tak ke mana. Mario Rui kini menghalangi crossing Javier Pastore dengan tangan. Berasa main voli kali.

Kali ini Jordan Veretout tak mau menyia-nyiakannya. Tidak mau kayak Kolarov yang membuang kesempatan rendang tersebut.

Malah Napoli yang belum rezeki. Rezekinya bukan gol, tapi cuma sampai tiang saja dua kali dalam momen yang berdekatan. Sundulan Arek Milik yang mengenai tiang, disambar lagi oleh rekannya entah siapa, kena tiang lagi. Apek.

Napoli memang akhirnya berhasil memperkecil ketinggalan lewat Milik. Umpan silang Hirving Lozano salah diantisipasi bek Mert Cetin, padahal sudah sukses dipotong pakai sledingan. Namun buangan dari sledingan-nya itu malah mengarah ke Milik yang dengan enak menyeroknya saja pakai kaki.

Pelatih Roma, Paulo Fonseca, merasa sangat senang timnya bisa memenangkan laga ini meski sempat bermain kurang tampan.

“Kami melawan tim yang tangguh, tapi sayang kami memulai dengan sangat buruk karena selalu melakukan passing kearah belakang. Kami telah mencetak gol hebat, sempat gagal mencetak penalti membuat tim merasakan dampak negatif,” ucapnya dikutip Indosport.

Sementara pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, yang tak mendampingi anak asuhannya kali ini, sepertinya mulai pudar sihir kepelatihannya. Ilmu-ilmu kepelatihan sudah tidak kayak dulu. Buktinya bersama Napoli kini hanya membuat mereka di posisi keenam.

Main photo: AS Roma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here