Barcelona telah mendapatkan pemain keempat pada bursa transfer musim ini. Arturo Vidal didatangkan dari Bayern Muenchen setelah sukses menikung Inter Milan. Namun pembelian pemain ‘masberto’ alias mas-mas bertato asal Chile itu mendapat kritik dari sebagian pihak.

Bergabungnya Vidal pada skuat Barcelona katanya menodai filosofi permainan klub. Entah apakah itu lebih parah dari sekadar membuat noda di kasur atau bagaimana. Yang jelas, Vidal dibilang tidak cocok dengan filosofi Barca.

Dalam setahun belakangan ini bisa jadi dikatakan sebagai musim habisnya satu era di Barcelona. Beda dengan mati satu tumbuh seribu, di Barcelona sepertinya mati satu, menyusul lainnya.

Setelah beberapa tahun lalu ditinggal Xavi Hernandez, musim ini mereka juga kehilangan salah satu pemain kunci di lini tengah. Andres Iniesta mengakhiri kebersamaan dengan klub yang ia bela sejak kecil.

Praktis kini tinggal Sergio Busquets saja sebagai pemain senior yang mengisi lini tengah Barcelona. Ketiga nama yang disebutkan di atas adalah produk-produk jebolan asli La Masia. Kalau ditambah Lionel Messi dan Gerard Pique, jadinya tiga.

Barca memang sering memanfaatkan produk binaan akademi sendiri dibanding membeli pemain dari klub lain. Seperti kata iklan, “cintai ploduk-ploduk Indonesia”, filosofi tersebut sepertinya digunakan juga oleh Barcelona yang sepertinya sedikit berbeda dari filosofi kopi.

Namun hal tersebut sepertinya berubah dalam setahun belakangan. Mereka mendatangkan Ousmane Dembele serta Philippe Coutinho dengan nilai transfer yang bisa membuat kita berkata, w o w!

Pada bursa tranfer musim panas ini pun mereka melakukan hal yang sama. Entah ikut-ikutan karena terbawa arus perkembangan zaman atau memang kebutuhan. Hal ini jelas menunjukan bahwa Barcelona gagal dalam melakukan regenerasi dalam skuat senior mereka.

Terakhir, Barcelona merekrut satu gelandang petarung asal Chile yaitu Vidal yang jenggotnya kini mirip tokoh agama. Pembelian Vidal ini mendapat kritik dari para pendukung dan dinilai ceroboh. Sebab Vidal dikenal sebagai gelandang agresif dan liar di lini tengah.

Permainannya terkenal keras dan terkadang kasar, mirip-mirip mungkin sama kategori BDSM yang sering kita lihat di website internet positif. Permainan Vidal tersebut tak jarang membuatnya menjadi lebih akrab dengan wasit, sering diberikan kartu kuning pula.

Gaya bermain Vidal ini jauh berbeda dengan filosofi Barcelona yang memainkan sepak bola indah dan terkadang diving. Di samping itu, gelandang-gelandang Barcelona juga dikenal dengan permainan bola yang lembut dan jarang melakukan aksi adu fisik yang keras.

Vidal pun merupakan pemain yang sudah lumayan berumur yaitu 31 tahun. Barca jarang banget beli pemain yang sudah berusia 30 tahunan. Walau tiga pemainnya adalah pemain muda macam Arthur Melo, Clement Lenglet, dan Malcom, tapi tetap saja perekrutan Vidal mengundang tanda tanya.

Gaya aktivitas baru Barcelona di bursa transfer tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Direktur Olahraga Barcelona, Eric Abidal. Menurutnya klub hanya berusaha memperkuat skuat agar berprestasi di musim baru dan Vidal adalah salah satu pemain yang dianggap sesuai dengan permainan Barcelona.

“Anda berbicara soal filosofi, tetapi ada pemain lain yang diminati Barca. Saya pikir kami harus beradaptasi pada skuat yang ada dan membuatnya sekuat mungkin. Pelatih-lah yang harus membuat keputusan,” ujar Abidal dikutip dari Liputan6.

Barcelona yang juga sempat menyalip Inter Milan dan AS Roma pada tikungan terakhir juga mendapat perhatian dari para pendukung Barcelona. Abida menanggapinya dengan mengatakan tidak ada yang salah dengan aktivitas transfer tersebut karena segalanya sesuai dengan peraturan.

“Jika kami bisa membeli pemain secepat mungkin, maka semuanya kian bagus. Kami beradaptasi pada situasi dan pasar. Lebih cepat kesepakatan itu lebih baik,” tandas Abidal.

https://twitter.com/3_coins/status/1026603779184099336

Main photo: footyheadlines.com

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here