Inter Milan sepertinya tak mau kalah dengan Liverpool yang sedang menjaga rekor kemenangan 100 persen. Di Seri A, tim berjuluk “Nerazzurri” itu kembali menang atas Udinese dengan skor minimalis, 1-0.

Skornya minimalis, dicetak juga oleh pemain minimalis. Yakni Stefano Sensi yang tingginya hanya 168 cm. Imut-imut macam botol saos ABC ukuran mini.

Di Indonesia, postur segitu sebenarnya masuk dalam rata-rata pria dewasa. Setidaknya kalau naik motor, kedua kakinya masih bisa menyentuh tanah. Tapi di Italia, postur segitu jauh di bawah rata-rata.

Meski mungil, Sensi termasuk golongan si gesit irit. Soalnya dia lincah banget loncat ke sana ke mari bagai kera sakti.

Di laga-laga sebelumnya, penampilannya cukup berkesan. Begitu juga di timnas Italia. Biar kecil, tapi kakinya pendek. Hingga kini dia sudah mencetak dua gol buat Inter Milan.

https://twitter.com/Inter_en/status/1172962925168025601

Yang menarik, Sensi mencetak gol bukan lewat kakinya. Justru lewat sundulan yang biasanya dicetak pemain-pemain tinggi.

Umpan Diego Godin mampu dikejar dan disundul sambil nyusruk oleh si Sensi yang tak bisa dicegah kiper Udinese.

Skor minimalis tersebut akhirnya bertahan sampai selesai. Udinese tak mampu membalas karena tertinggal jumlah pemain juga. Rodrigo de Paul dapat kartu merah karena nampol Antonio Candreva. Entah Candreva salah apa sampai ditampol begitu. Mudah-mudahan bukan gara-gara cewek.

Meski minimalis, tapi yang penting menang. Inter pun senang bisa berada di posisi pertama untuk sementara. Kapan lagi ada di atas, biasanya Juventus melulu. Kalau perlu enggak usah dibalikin lagi ke Juve. Juve kan udah punya banyak. Sekali-kali gantian lah.

“Saya senang kami berada di posisi teratas. Tapi harusnya kami bisa lebih klinikal lagi. Menang 1-0 lawan tim 10 pemain masih kurang maksimal, kami bisa lebih dari itu,” kata Conte.

Main photo: Inter Milan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here