Milan tak hanya dilanda krisis kemenangan, tapi juga krisis pemain akibat badai cedera yang menerjang tanpa basa-basi. Entah kenapa, para pemain “Rossoneri” ini pada hobi banget cedera. Mudah-mudahan tidak berniat makan gaji buta.

Yang namanya cedera tentu tidak ada yang mau. Tapi begitulah kenyataannya. Milan harus kuat menghadapi ujiannya. Ujian datangnya dari Tuhan, memang mengecewakan.

Bagaimana tidak, dalam lima laga terakhir, Milan hanya menang sekali. Sisanya seri sekali, kalah tiga kali. Peringkat mereka pun melorot sampai peringkat ke delapan Seri A.

Ujian tak berhenti sampai situ, rupanya masih ingin mampir ke stasiun berikutnya, yakni badai cedera. Milan punya sederet pemain yang lagi kesakitan.

Mulai dari Mattia De Sciglio yang sudah absen sebulan akibat engkelnya tertarik, entah ditarik siapa. Sampai Giacomo Bonaventura yang harus menepi sampai akhir musim gara-gara otot aduktornya membandel dan harus dilakukan tindakan operasi.

Bona tanpa Rong-Rong itu bahkan harus dibawa ke rumah sakit di Finlandia karena mungkin peralatannya lebih lengkap dari yang ada di Milan. Tidak mungkin juga dibawa ke RSCM, Salemba.

“Saya pikir Bona akan kembali musim depan, kecuali kami menemukan sesuatu keajaiban selama operasi,” ujar Dokter Sakari Orava dikutip Gazzetta dello Sport, dokter yang menangani Bona.

Setelah Bona, tiba-tiba muncul nama Luca Antonelli yang ikut-ikutan menyusul rekan-rekannya di Panti Rehabilitasi. Antonelli tampak terpincang-pincang seperti habis ketusuk beling saat melakukan sesi latihan. Meski tidak terlihat lama, tapi mantan pemain Parma itu dipastikan absen melawan Sampdoria.

Alhasil, Milan kini hanya memiliki Leonel Vangioni yang skill-nya standar-standar saja. Pemain asal Argentina itu memang baru bergabung dengan Milan awal musim ini.

Namun, jumlah permainannya masih sedikit yakni hanya main dua kali dengan total selama 19 menit. Jelas masih kalah sama pengantin baru yang bisa main berkali-kali dan sekali main bisa sampai 30 menitan.

Jelas ini merupakan jalan berliku bagi pelatih Vincenzo Montella. Cedera boleh jadi alasan, tapi fans tetap menunggu kemenangan, bukan kenangan. Kenangan hanya kenangan, apalagi kenangan bersama mantan, sungguh menyakitkan.

Tunggu saja, Milan. Badai pasti berlalu. *tamat

Main photo credit: Sportal.co.nz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here