Gelandang belia yang baru lulus SMA, Renato Sanches, mengaku frustasi berada di Bayern Muenchen. Bukan karena di-bully senior-seniornya apalagi disuruh mendaki gunung sampai bikin tewas, melainkan minimnya kesempatan bermain di Allianz Arena.

Sanches yang bertampang unik dan menggemaskan itu memang direkrut oleh Bayern musim panas lalu setelah melihat penampilan kerennya di Piala Eropa. Sayang, menit bermainnya tak sebanyak driver GO-JEK mendapatkan penumpang dalam sehari.

Pemain asal Portugal itu hanya main 17 kali di Bundesliga selama semusim ini, 11 di antaranya berstatus pemain pengganti. Boro-boro bikin gol dan assist, mau main saja rasanya susah banget.

Padahal, Bayern membelinya dari Benfica seharga Rp 473 miliaran. Dengan uang segitu banyak bisa dapat 10-15 rumah mewah di kawasan Pondok Indah.

“Memang tidak berjalan baik. Tentu saya berharap lebih. Tapi saya yakin semuanya akan lebih baik musim depan. Saya sudah mendapat beberapa menit bermain musim ini mungkin saya harus menyiapkannya lebih baik lagi,” ujarnya dikutip Goal.

Sanches memang kalah bersaing dengan para gelandang tanpa akhir imbuhan ‘-an’ seperti Arturo Vidal, Javi Martinez, Xabi Alonso, dan Thiago Alcantara. Keempatnya pemain kualitas kelas dunia yang lebih senior.

Dilihat dari usianya saja juga beda jauh. Sanches yang berusia 19 tahun terpaut 16 tahun dengan Xabi Alonso yang berusia 35 tahun. Jadi memang sepertinya pemain berambut gimbal kayak sapu ijuk itu diminta untuk belajar dari para senior terdahulunya.

Dia masih yakin dengan masa depannya di Bayern. Bahkan masih merasa nyaman, tidak terganggu gangguan mantan.

“Saya tak ingin bicara apa yang salah. Saya nyaman di Bayern. Saya juga ingin memberi lebih. Saya yakin masa depan saya cerah di sini,” katanya lagi.

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here