Entah harus berkata apalagi, Manchester City yang sudah menghabiskan triliunan rupiah masih saja harus gagal meraih trofi UCL pertamanya. Tim yang suka dijuluki “ghoib” itu dibantai tim kuda hitam Lyon, 1-3.

Padahal, seperti kita tahu bahwa City ini sudah menjadi klub anak sultan. Mau beli tinggal tunjuk. Pelatihnya pun sudah sekelas Pep Guardiola, yang sudah membawa Barca menjuarai banyak trofi.

Ternyata, magis Pep memang cuma di Barca saja. Di Bayern belum bisa bawa juara UCL, di City juga sama. Padahal, lawannya cuma sekelas Lyon, yang fans-nya saja di Indonesia bisa dihitung dengan jari.

Lyon memang sukses mencuri gol duluan pada menit ke-24 lewat Maxwel Cornet, yang namanya suka bikin lapar, sepertinya masih saudara dengan Dadar Kornet. Tendangan dari luar kotak penaltinya tak disangka masuk ke gawang. Bola seperti dikasih antena remote kontrol bisa sampai belok masuk pas ke gawang.

Setelah sejam lebih berusaha bongkar pertahanan Lyon, City baru bisa balas pada menit ke-69 lewat Kevin de Bruyne. Sepakan De Bruyne disambut rekan-rekannya yang sudah basah berkeringat. Maklum, usahanya akhirnya terbalaskan.

Namun jangan senang dulu, Mpok Siti. Kegembiraan hanya bertahan 10 menit. Lagi asyiknya menyerang, City kebobolan lagi kali ini lewat Moussa Dembele.

Awalnya pemain City mengira Toko-Ekambi berada dalam posisi offside. Namun, dia rupanya dihitung tidak aktif karena bola hasil umpan Houssem Aouar didiamkan saja alias tidak diambil. Dia memberikan ruang bagi Dembele yang berlari lolos dari jebakan betmen.

City sebenarnya memiliki peluang yang 99,9999999999999999% gol lewat Raheem Sterling. Entah dimana dirimu berada, hampa terasa saat bola depan gawang depan mata sedemikian lebar, kiper mati langkah, tapi ditendangnya ke atas. Enggak tahu mesti gimana lagi.

Andai saja peluang itu gol, mungkin lain ceritanya. Sayangnya, Tuhan berkehendak lain. Sterling rupanya tidak punya mata kaki.

Akibatnya, Dembele menambah gol lagi sehingga kedudukan jadi 3-1. Keadaan ini sulit dikejar sehingga harus mengakhiri laga dengan menang alias menangis.

Pep tidak mau membebankan kekalahan ini di pundak Sterling. Saat sesi tanya jawab, dia tidak spesifik menyebut Sterling. Namun sangat JELAS bahwa yang dimaksud adalah Sterling. Siapa lagi yang di laga itu menyia-nyiakan peluang rendang.

Jelas bahwa Pep ini pusing tujuh keliling gara-gara melihat peluang Sterling. Sampai-sampai duduk berlutut mencabut rumput segala.

“Dalam situasi itu, kami harus mencetak gol demi bisa membuat laga masuk ke babak tambahan perpanjangan waktu,” jawabnya seperti dilansir situs resmi UEFA, disalin dari Detik.

“Tetapi kemudian, mereka mencetak gol ketiga dan semuanya berakhir. Kami banyak peluang tapi gagal memanfaatkannya, itu tidak cukup.” 

https://twitter.com/bet_clever/status/1294973588051824641

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here