Bersama Anderlecht Kompany menjalani peran sebagai pemain dan pelatih mulai dari musim ini. Namun belakangan terungkap bahwa Kompany ternyata tidak memiliki lisensi yang dijadikan standar oleh asosiasi untuk melatih di liga utama Belgia.

Vincent Kompany resmi meninggalkan Manchester City pada akhir musim panas lalu dan bergabung dengan sang mantan pertama, Anderlecht. Klub asal Belgia tersebut merupakan tempat di mana Kompany kecil yang masih imut-imut bergabung akademi.

Bersama Anderlecht pula Kompany memulai karier profesionalnya sebagai pemain sepak bola hingga akhirnya berakhir di Manchester City selama kurang lebih 11 tahun.  

Menjadi salah satu sosok sentral di City era Anak Sultan, Kompany jelas sudah makan banyak asam-garam di Premier League. Dirinya pun mendapat kehormatan untuk menjalani dua peran sekaligus bersama Anderlecht yaitu sebagai pemain sekaligus pelatih.

Ia resmi diangkat sebagai player-coach pada bulan Mei lalu. Pengalamannya tentu diharapkan bisa mengangkat Anderlecht ke performa yang lebih baik.

Meski demikian setelah beberapa bulan berjalan, Asosiasi Sepak Bola Belgia (KBVB) melihat adanya pelanggaran.

Kompany diketahui tidak memiliki lisensi sebagai pelatih. Jelas sebuah tindakan melanggar aturan karena tidak punya SIM alias surat izin melatih.

Sementara itu KBVB mewajibkan semua pelatih kepala di liga utama memiliki lisensi UEFA Pro.

Macam kena tilang, Kompany ini jelas tidak bisa berkelit saat ditanya dimana lisensinya. Kalau di jalanan, sudah pasti percakapan yang terjadi seperti ini. “Selamat siang mas Kompany, bisa ditunjukan surat-suratnya?” “Anu pak, nnggg, itu… Bisa damai tidak pak!?”

Anderlecht sendiri berkelit dengan mengatakan bahwa pelatih kepala yang sesungguhnya adalah Simon Davies, mantan kepala akademi City yang mengikuti jejak Kompany ke klub tersebut.

Namun asosiasi yang menolak klaim tersebut, menunjukkan pernyataan-pernyataan media dan video perkenalan Kompany sebagai bukti. Mereka pun menjatuhkan peringatan dan denda senilai Rp 78,2 juta.

“Klub melanggar aturan tersebut untuk waktu yang lama dan meskipun itu melanggar aturan, tidak ragu untuk secara publik memperkenalkan seorang pelatih tanpa ijazah,” demikian pernyataan resmi Asosiasi Sepakbola Belgia seperti dikutip dari Detik.

Pengoleksi gelar Belgian First Division A terbanyak itu sementara ini masih tercecer di peringkat ke-13 dari 16 tim yang berada di liga. Anderlecht baru memetik dua kemenangan dari 10 pertandingan.

Setelah mendapat hukuman, Anderlecht lantas menunjuk Frank Vercauteren sebagai pelatih kepala. Mereka menyatakan Vercauteren menggantikan posisi Davies yang kini menjadi asisten pelatih.

Anderlecht menyebut bahwa Kompany masih akan memegang kendali di klub. Sementara Vercauteren hanya akan bertugas di hari-hari pertandingan.

https://twitter.com/City_Xtra/status/1184000955760726016?s=20

Main photo: @bbcsport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here