Pelatih Celta Vigo sepertinya masih geregetan dengan pertandingan melawan Manchester United (MU) di semifinal Liga Europa semalam. Pasalnya, mereka harusnya bisa menang andai MU hokinya tidak sebesar daratan Sumatera.

Sang pelatih itu bernama Eduardo Berizzo. Menurutnya, Celta bermain lebih baik ketimbang tuan rumah yang tampil kedodoran macam celana kolor yang karetnya kendor.

Sejatinya mereka berdua memang bermain imbang 1-1. Celta kebobolan lebih dulu lewat Marouane Fellaini dan akhirnya disamakan oleh Facundo Roncaglia. Namun, ada banyak peluang yang gagal dimaksimalkan dengan baik.

Yang paling bikin sesak, John Guidetti gagal menendang bola dengan sempurna di depan gawang MU di mana posisinya David de Gea lagi asyik jatuh tersungkur. Sesaknya karena peluang itu terjadi pada detik akhir yang setelah itu langsung ditiupkan peluit akhirnya oleh mulut bau sang wasit.

Andai Guidetti dapat mencetak gol, maka pupuslah harapan MU bisa juara Liga Europa pertama kalinya. Sementara bagi Celta bakal mencetak sejarah dengan tampil di final kompetisi Eropa pertama kalinya. Tapi apa daya, begitulah takdir, memang harus diterima rezeki dan takdirnya.

Itulah kenapa, Berizzo menganggap MU ini beruntungnya bukan main. Namanya beruntung sudah pasti hoki dan tidak sial. Sama seperti “kalau tidak salah berarti benar”. Nenek funky juga tahu hal itu.

“Celta Vigo tampil lebih baik dari Manchester United sepanjang pertandingan. Kami bisa saja melewati mereka dan lolos ke final. Tapi mereka masih lebih beruntung,” ujar Berizzo.

Kalau mau hoki, mungkin lain kali dilihat fengshui-nya. Warna baju apa yang cocok dipakai biar dapat hoki. Mungkin itulah penyebabnya Celta kalah. Sekian.

Main photo credit: Man United in Pidgin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here