Pelatih Sevilla, Jorge Sampaoli, tampak meratapi nasibnya setelah anak asuhannya gagal melangkah ke perempat final. Yang bikin nyesek adalah peluang penalti yang malah disia-siakan oleh pemainnya sendiri. Padahal kalau itu gol, hasilnya bisa berbeda.

Dada Sampaoli sepertinya berasa sesak ketika Steven N’Zonzi penaltinya dimentahkan Kasper Schmeichel, anaknya si Peter mantan kiper MU. Meski sesaknya tak sampai bikin pingsan seperti aksi Skip Challenge, tapi kejadiannya cukup bikin pilu.

Pasalnya, ini kedua kalinya si Sevilla gagal menuntaskan penalti melawan Leicester. Penalti pertama terjadi pada leg pertama di Ramon Sanchez Pizjuan. Saat itu kondisi masih sama kuat 0-0, tak ada yang mau mengalah.

Joaquin Correa sok-sokan yang ambil penalti, tapi peluang emas bercampur intan permata itu digagalkan Kasper, si hantu baik hati. Sevilla akhirnya menang 2-1 sehingga tidak bikin menyesal-menyesal amat.

Yang bikin sesak adalah saat N’Zonzi melakukan penalti. Belajar dari pengalaman, Sampaoli sengaja mengganti eksekutor penaltinya. Pilihan jatuh pada N’Zonzi, pemuda berwajah tampan moderat. Namun, bola yang ditendangnya kembali dibaca dengan baik dan benar oleh Kasper.

Padahal, kalau penalti itu bisa gol, minimal mereka bisa main imbang dan bukan tak mungkin berlanjut ke tambahan waktu. Itulah yang bikin Sampaoli menyesal bukan kepalang.

“Sungguh menentukan bahwa kami melewatkan dua penalti dalam dua kali pertemuan. Segalanya bisa saja berbeda,” ujar Sampaoli dalam sesi jumpa pers, sebagaimana dikutip dari Goal. 

Lebih lanjut, pelatih berkepala botak mutlak itu menambahkan, “Kami telah mencoba untuk mengganti eksekutor yang berada di atas lapangan. Steven melangkah dan itu penyelamatan hebat dari Schmeichel. Sebagai hasil kami tak meraih apa-apa malam ini.”

 

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here