Duo bek Chelsea, John Terry dan Gary Cahill, dikabarkan baru saja menjenguk gelandang Hull City yang kemarin jadi korban tandukan hingga K.O, Ryan Mason, di rumah sakit. Cahill yang merupakan pelaku kekerasan tersebut merasa bersalah atas insiden yang menimpa Mason.

Cahill memang tidak sengaja menanduk Mason tanpa Free itu ketika menerima sepak pojok dari rekannya sesama Chelsea. Mason yang menerima tandukan tersebut langsung klenger. Sayangnya, berhubung jauh dari Jakarta, Mason tidak bisa dibawa ke RSCM sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat di St.Mary.

Dia pun sempat kritis karena mengalami retak tulang tengkorak. Namun, beredar kabar belakangan kondisinya mulai berangsur pulih.

BACA INI JUGA DONG: Heboh Tandukan Maut Cahill yang Bikin K.O Mason

Terry dan Cahill beserta asisten pelatih Steve Holland diketahui mengunjungi Mason di St.Mary. Belum diketahui pasti apakah ketiganya membawa buah tangan seperti donat J.Co, roti BreadTalk, atau rambutan sekalipun. Yang pasti, kedatangan mereka bikin Mason terharu.

Ya, pemain yang berusia dua tahun lebih tua dari Steven William, pemeran Boy dalam sinetron Anak Jalanan itu, sepertinya tak menyangka perwakilan dari Chelsea datang menjenguknya. Dia memang baru sadar dan baru dapat diajak berbicara pada hari Senin (25/1) atau satu hari pasca-kecelakaan.

“Ryan Mason dan keluarganya sangat tersentuh oleh dukungan luar biasa dan sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah memberikan komentar positif dalam 24 jam terakhir. Kondisnya mulai membaik dan akan dipantau di rumah sakit selama beberapa hari ke depan,” bunyi pernyataan klub dalam situs resminya.

Usut punya usut, Cahill sang pelaku ternyata merasa berdosa alias feeling guilty atas insiden itu. Yang tahu hal ini adalah pelatihnya, Antonio Conte. Meski sempat bertabrakan dan mentalnya sedikit terguncang, Conte tetap tega dan berani memainkan Cahill sampai akhir pertandingan. Hebatnya, dia malah mencetak gol kedua.

“Semua orang di Chelsea mendoakan yang terbaik untuk Mason. Jelas itu kecelakaan yang buruk bagi Mason, dan juga Cahill. Usai babak pertama, Cahill merasa tidak beres, tapi kami tetap memutuskan untuk memainkannya,” kata pelatih yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu.

Main phot credit: Xfoor News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here