Liverpool mendapat fasilitas untuk menempati hotel bintang lima saat menjalani turnamen Piala Dunia Antarklub pada 11-21 Desember mendatang. Tapi belakangan pihak klub justru menolak untuk tinggal di hotel tersebut.

Sebagai satu-satunya tim yang mengangkat trofi si kuping panjang alias juara Champions musim lalu, Liverpool berhak mengikuti turnamen Piala Dunia Antarklub tahun ini. Sama dengan Piala Dunia tanpa embel-embel, olahraga yang dipertandingkan adalah sepak bola.

Bukan Piala Dunia Suit atau Piala Dunia untuk memperebutkan juara paling jago urusan bengong.

Beda dengan yang lain, Liverpool ini mendapat jatah langsung tampil mulai dari babak semi final. Semacam akselerasi mungkin kalau seperti di sekolah. Maklum, jalur prestasi soalnya. Dibanding liga-liga top benua lain, kompetisi Eropa memang levelnya jauh di atas.

Kalau yang begini-begini di negara berflower, pasti sudah dicurigai karena kenal orang dalam. Jago memang yang namanya orang dalam ini, bisa dimana-mana muncul dia.

Piala Dunia Antarklub nantinya akan digelar di Qatar. Saat di Doha nanti, Liverpool dijadwalkan akan menempati hotel bintang lima bernama Marsa Malaz Kempinski di kawasan pulau buatan di Pearl-Qatar. Kalau bintang tujuh jadi puyer soalnya nanti.

Meski demikian seperti dilansir CNN Indonesia dari Daily Mail, tim asuhan Jurgen Klopp menolak untuk menempati hotel kelas atas tersebut.

Alasannya bukan karena tak mampu bayar. Sudah pasti kalau seperti itu, akomodasi sudah ada yang tanggung.

Liverpool menolak untuk menempati hotel mewah tersebut karena latar belakang pembangunannya yang buruk.

Pada bulan Oktober 2018 yang lalu, hasil investigasi dari Guardian menyebut bahwa hotel tersebut dibangun oleh pekerja migran. Satu hal yang menjadi sorotan adalah para pekerja tersebut dibayar di bawah upah minimum dan melanggar undang-undang perburuhan.

Selain itu petugas keamanan juga bekerja dalam kondisi yang sedikit keras. Mereka disebut bekerja dalam shift per 12 jam dalam suhu 45 derajat celcius, dengan bayaran hanya sekitar delapan poundsterling atau sekitar Rp 144 ribu per hari.

Selesai kerja jadi udang rebus sepertinya karena cuaca yang sangat panas tersebut.

Liverpool kini disebut memberi tahu FIFA dan pihak berwenang Qatar tentang keputusan mereka dan memilih pindah ke sebuah hotel di daratan yang tidak menimbulkan kekhawatiran semacam itu.

Sementara FIFA dan pihak berwenang di Qatar diklaim responsif dengan semua permintaan juara bertahan Liga Champions tersebut.

Jurgen Klopp sendiri sebelumnya mengancam untuk mundur dari Piala Liga Inggris karena jadwalnya yang bentrok dengan Piala Dunia Antarklub.

“Untuk Piala Liga, yang kami mainkan malam ini, jika mereka (EFL) tak menemukan waktu yang pas bagi kami, dan bukan di jam tiga subuh, maka kami tak akan bermain,” ujar Klopp terkait bentroknya jadwal terebut.

https://twitter.com/FutbolBible/status/1191435535547535365?s=20

Main photo: @LFC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here