Internazionale Milan akhirnya memutuskan memecat Felipe Melo lantaran jarang dipakai Stefano Pioli. Meski Inter harus membayar 3 juta euro (sekitar Rp 42,1 miliar) sebagai kompensasi, tapi sebenarnya klub asal Milan itu malah untung 1 juta euro. Lho, kok bisa?

Melo sebenarnya masih terikat kontrak bersama “I Nerazzuri” hingga 2018. Namun, manajemen Inter merasa eman-eman lantaran pemain Brasil itu jarang dimainkan Stefano Pioli.

Daripada merugi karena harus membayar gaji sang pemain, Inter bisa menghemat 4 juta euro dengan memutus kontrak pemain yang suka berbuat onar tersebut.

Daripada harus bayar gajinya, mending uang segitu bisa dipakai buat traktir siomay sekota Milan. Atau bisa juga disedekahkan ke Panti Asuhan terdekat.

Melo pun dipaksa pulang ke kampung halamannya. Bukan ‘pulkam’ ke daerah Wonosobo atau Tegal, melainkan ke Brasil, negara asalnya, untuk bergabung bersama Palmeiras. Melo dikembalikan ke orang tuanya karena tak memberikan kontribusi apa-apa buat klub.

Melo memang dikenal sebagai pemain yang kasar, meski tak sekasar tembok yang belum diaci. Hanya dua musim di Giuseppe Meazza, pemain berusia 33 tahun itu sudah mengoleksi tiga kartu merah.

Klub-klub juga jarang yang betah terhadap jasanya. Selain suka berbuat onar karena temperamennya, Melo juga suka tidak konsisten dalam bermain. Kadang semaunya dia saja, tak mau ikut instruksi pelatih.

Itulah mengapa, Juventus membuangnya ke Galatasaray pada 2011. Padahal, mantan pemain Almeria itu sempat tampil mengesankan selama di Fiorentina dan jadi salah satu andalan Brasil di Piala Dunia 2010.

Melo juga enak banget jika dipakai di PES. Tipikal gelandang kuat yang jago merebut dan menguasai bola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here