Meski berperan sebagai seorang gelandang, bukan berarti Paulinho jadi gelandangan yang cuma sekadar meminta belas kasihan untuk dikasih bola. Tapi, gelandang bertenaga asal Brasil itu juga mampu mencetak gol, sampai tiga pula.

Hal itu terjadi ketika “Tim Samba” bertamu ke rumahnya Uruguay di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Conmebol. Meski jadi tamu ternyata mereka tak tahu malu dan bikin tuan rumah pun jadi malu. Paulinho yang jadi aktornya pun membawa rekan-rekannya menang 4-1.

Uruguay unggul lebih dulu lewat Edinson Cavani yang mencetak gol dari titik penalti. Gara-garanya, umpan backpass Marcelo kepada kiper Alisson Becker yang namanya tidak cocok jadi pemain bola itu terlalu lemah.

Marcelo sok-sokan mengoper pakai dada, alhasil diserobot Cavani. Alih-alih bola yang disambar, justru kakinya Cavani yang terjegal oleh Alisson.

Namun, keunggulan Uruguay cuma sebentar saja, tak selama menunggu angkot ngetem di Bogor. Hanya 10 menit Paulinho mencetak gol lewat tendangan LDR yang bikin malas dijangkau kiper-kiper mana pun.

Paulinho mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan bola muntah dari Roberto Firmino yang sempat diblok Fernando Muslera. Kemudian Brasil menambah lagi lewat aksi Neymar yang memanfaatkan umpan LDR dari Joao Miranda tanpa Gultom. Neymar menyelesaikannya dengan tenang melalui bola lob yang bikin Muslera berasa mati kariernya.

Skor dikira cuma bertahan 3-1 saja, tapi ternyata Paulinho masih belum puas. Mantan kenangan Tottenham Hotspur itu masih ‘nagih’ untuk mencetak gol lagi. Kali ini memanfaatkan umpan silang membelah Sungai Kapuas dari Dani Alves kemudian diselesaikannya dengan dadanya yang berisi itu. Ya dengan dadanya, rada belagu memang.

Pemain berusia 28 tahun yang kini main di Liga China itu mengaku tak menyangka bisa cetak tiga gol sebanyak itu. Tentu saja dia tak menyangka karena dia bukan Tuhan yang tahu segalanya dan masa depannya.

Yang jelas, meski cuma main di Liga China dan rada downgrade. Tapi nyatanya Paulinho masih dipercaya bela Brasil dan malah bermain dengan mantap jiwa.

“Saya tidak pernah bermimpi mencetak hat-trick yang akan membantu tim nasional untuk memenangi tiga poin yang sangat penting,” ujarnya dengan penuh kebanggaan meski tak sampai berlinang air mata drama, dikutip Kompas.com.

Main photo credit: Eskilstuna Kuriren

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here