Pesta besar-besaran terjadi di Palermo tadi malam kala Italia menjamu Armenia di Stadion Renzo Barbera. Ibarat senoparty, benar-benar till drop pesta yang dilakukan “Gli Azzuri’. Pantang pulang sebelum lawan tumbang diterapkan di laga itu.

Bagaimana tidak, mereka menjalani laga terakhir grup pada kualifikasi EURO 2020 dengan kemenangan yang skornya sangat lebay. Dengan tega dan tidak berperikebolaan sama sekali, Italia menang 9-1 atas tamunya. Sudah pasti till drop itu Armenia.

Benar-benar bejat. Tercatat ada tujuh pria Italia yang bergantian menggilir gawang Armenia di laga tersebut. Jelas sangat hancur berantakan Armenia dibuat malu. Entah trauma apa yang bakal dialami oleh Armenia nantinya.

Terlepas dari semua itu, Roberto Mancini memang benar-benar membuat Italia semakin menakutkan. Total dari 10 pertandingan yang mereka jalani di Grup G, semua dilibas dengan kemenangan alias 100% dapat poin tiga.

Padahal belum lama ini sebuah klub junior di Italia baru saja bermasalah akibat kemenangan telak 27-0. Pelatihnya langsung dipecat setelah itu. Kurang berperikebolaan memang. Hati-hati saja Mancini nantinya bisa bernasib sama dengan pelatih tersebut jika terus-terusan menang dengan skor yang asal-asalan.

Italia menjadi pemuncak klasemen grup J dengan 30 poin. Mereka tercatat berhasil mencetak 37 gol dengan hanya empat kali kebobolan dari lawan. Untuk pertama kalinya mereka juga lolos ke EURO dengan melibas semua laga dengan kemenangan.

https://twitter.com/brfootball/status/1196542038461894656?s=20

Pada jalannya laga tersebut, Italia sudah unggul dengan skor 4-0 di babak pertama. Hanya dalam sembilan menit awal, Immobile dan Zaniolo sudah masing-masing selebrasi sebanyak satu kali.

Nicolo Barella tak mau ketinggalan dengan menyumbang satu gol di menit ke-29 yang diikuti gol kedua Immobile empat menit berselang. Babak pertama berakhir dengan skor 4-0. Skor seperti ini saja kalau dalam dua babak sudah telak sekali.

Tapi Italia sepertinya kesurupan setan Atalanta atau Leicester yang juga menang telak musim ini.

Pada babak kedua mereka kembali menambah lima gol. Dimulai dari Zaniolo di menit ke-64, berlanjut dengan gol Alessio Romagnoli, penalti Jorginho, serta Riccardo Orsolinim dan Federico Chiesa dalam tempo 17 menit saja.

Armenia sempat membalas satu kali lewat gol Edgar Babayan di menit ke-79. Tapi dalam 11 menit sisa waktu pertandingan, mereka gagal mencetak delapan gol lain untuk menyamakan kedudukan. Skor akhir 9-1 untuk kemenangan Italia.

“Malam yang begitu indah, pertandingan terakhir di babak kualifikasi dan kami tampil sangat baik. Sangat jarang mencetak sembilan gol di laga internasional sekarang ini, dan kami mengerahkan seluruh kemampuan kami untuk bisa meraihnya,” ujar Mancini dikutip dari Detik.

“Namun rekor hanya layak dihitung jika akhirnya kamilah yang menjadi juara (Piala Eropa 2020).”

https://twitter.com/Squawka/status/1196553129455767554?s=20

Main photo: @dugout

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here