Inter Milan semakin sendirian di Puncak. Berhubung tidak ada yang menemati dan memberikan ‘selimut’, maka dari itu Inter pasti sangat kedinginan di puncak saat ini.

Kalau pernah dengar kelakar di vila-vila puncak, suka ada mamang vila yang ikut menawari “selimut” buat menghangatkan badan. Biar enggak kedinginan. Kira-kira Inter seperti itu, cuma bedanya tak ada yang menemani karena mereka sendirian di puncak, jauh meninggalkan Milan dan Juventus.

Inter makin kedinginan setelah mereka mampu mengacak-acak Parma dalam lanjutan Seri A. Menangnya memang cuma 2-1, tapi secara permainan, Parma disikat habis. Dihajar-hajari itu gawang Parma yang dikawal kiper bukan bernama Gianluigi Buffon.

Dimulai dari Achraf Hakimi, Christian Eriksen, Romelu Lukaku, sampai Milan Skriniar sudah menyerang berulang kali tapi masih mentok.

Inter sepertinya agak buntu karena Lautaro Martinez diistirahatkan. Mungkin mau diistirahatkan buat pertandingan Liga Champions. Loh tapi kan, Inter tidak main di Liga Champions. Ya suka-suka pelatihnya saja.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1367625966915366912

Untung saja Lukaku masih berfungsi dengan baik. Dia mampu berperan sebagai inisiator untuk dua gol Alexis Sanchez. Gol pertama Alexis tercipta dari usaha Lukaku yang coba gocek-gocek tapi diserobot bek Parma. Bola lalu jatuh di kaki Alexis.

Gol kedua ini merupakan murni usaha Lukaku. Seperti biasa dengan kecepatan dan kekuatannya, Lukaku menggiring bola sampai depan kotak penalti untuk dikirimkan ke Alexis.

Parma baru memperkecil skor lewat tendangan keras Hernani usai menerima umpan dari Giuseppe Pezzella.

Dengan kemenangan 2-1 ini, Inter sepertinya bakal keluar sebagai juara Seri A musim ini. Setelah 10 tahun tanpa gelar sama sekali. Fufufu.

“Saya rasa pertandingan tidak berjalan buruk. Karena kami mencetak dua gol dan mendapat banyak peluang untuk memperlebar keunggulan,” kata Conte dikutip Football Italia, disalin dari iNews.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here