Oleh: Sakti Sakral

Apabila anak-anak penggila bola yang tumbuh pada medio ‘90-an ditanya perihal siapa pahlawan mereka di lapangan hijau, mayoritas dari mereka pasti tanpa ragu akan menyebut nama Ronaldo sebagai jawaban.

Bukan, bukan Ronaldo yang itu. Kita sedang membahas tentang Ronaldo lain. Ronaldo yang ini berkepala plontos atau Ronaldo kuncung, dan alih-alih mengenakan nomor punggung tujuh, ia bernomor sembilan, nomor yang melambangkan seorang striker sejati.

Nomor yang disebut-sebut sebagai identitas bagi para eksekutor kelas wahid. Ronaldo, sebagaimana mestinya, begitu populer dikalangan masyarakat, Ronaldo sudah menjelma menjadi seorang cult hero bagi penduduk Brazil, dan konon saking magis kemampuan yang ia miliki, beberapa tempat melambangkan Ronaldo sebagai manifestasi dari sebuah urban legend.

Ronaldo memang dianugerahi dengan kemampuan olah bola yang mumpuni, serta insting membunuh yang mengerikan. Kecepatan dan kekuatan fisiknya jempolan, membuatnya sering disebut sebagai salah satu pemain terbaik digenerasinya, dan salah satu yang terbaik dalam sejarah yang pernah menyentuh si kulit bundar.

Prestasi Ronaldo demikian mentereng. Sepanjang kariernya, dua penghargaan Ballon d’Or berhasil dia gondol. Dengan Ballon d’Or yang pertama, yakni di tahun 1997, menjadikan Ronaldo sebagai pemain termuda dalam sejarah sepakbola yang berhasil merengkuh trofi tersebut, di usianya yang kala itu masih 21 tahun.

Hal itulah yang membuatnya dijuluki Il Phenomeno berkat kiprah hebat dan prospek cerahnya di usia yang demikian muda.

Di kancah internasional, nama Ronaldo tak kalah mentereng. Dua trofi Piala Dunia ia persembahkan untuk tim samba, meski tidak tampil semenit pun di pergelaran Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat kala Brazil keluar sebagai juara.

Pasalnya, Brasil lebih mempercayakan duet striker berpengalaman Romario dan Bebeto untuk memimpin lini depan, ketimbang bocah ajaib 17 tahun bernama Ronaldo. Akan tetapi, Ronaldo yang merupakan anggota skuad termuda tetap berhak atas medali juara dunia.

Di dua edisi berikutnya, Ronaldo menjadi tumpuan Brazil, berhasil menembus final, dan mempersembahkan total 13 gol. Ronaldo memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah piala dunia selama delapan tahun, sebelum dipecahkan oleh Miroslav Klose lewat golnya ke gawang Ghana di Piala Dunia 2014.

Ronaldo juga memegang rekor sebagai pemain dengan jumlah trofi internasional terbanyak, dengan memenangkan enam trofi untuk Brazil, meliputi Piala Dunia dan Copa America.

Hanya saja, sebagaimana yang kita ketahui, talenta sensasional Ronaldo diusik dengan cedera lutut tendon kanan berkepanjangan yang menghambat kariernya.

Cedera yang dideranya pada rentan 1999-2000, kala berseragam Inter Milan. Total sepanjang karirnya di level klub, Ronaldo sang striker kelas dunia menorehkan 352 gol, dengan Real Madrid menjadi klub yang paling banyak ia sumbangi gol, 104 gol.

Sebuah catatan yang luar biasa sebenarnya. Hanya saja, dengan talenta serta nama besar yang diemban Ronaldo, banyak orang meyakini bahwasanya Ronaldo dapat berbuat  jauh lebih baik dari itu, apabila cedera tidak menggerogoti karirnya.

Oleh karena itu, dalam tulisan ini, telah dirangkum beberapa penyerang hebat—namun minim pengakuan, yang menorehkan lebih banyak gol ketimbang Ronaldo di level klub. Bila Ronaldo saja diapresiasi sedemikian rupa, semestinya para penyerang ini layak diapresiasi juga, kan?

1. Klaas-Jan Huntelaar (363 Gol)

Striker murni milik De Oranje ini masih aktif bermain hingga kini, kendati usianya sudah menginjak 37 tahun. Memimpin lini depan Ajax Amsterdam hingga musim 2020/2021.

Huntelaar yang badannya panjang macam galah rambutan itu telah malang melintang di persepakbolaan Eropa sejak memulai kariernya di PSV Eindhoven tahun 2002.

Dia mencapai puncak kariernya ketika memperkuat Ajax Amsterdam, dan mengantongi dua gelar pencetak gol terbanyak Liga Belanda. Empat musim memperkuat Ajax, Huntelaar diboyong Real Madrid pada pertengahan musim 2008/2009.

Dia lalu meneruskan kariernya selama semusim di AC Milan, sebelum memutuskan memperkuat Schalke 04 selama 7 musim dan mencetak 126 golbahkan sempat meraih gelar pencetak gol terbanyak Bundesliga musim 2011/2012, mengalahkan striker-striker beken macam Mario Gomez dan Robert Lewandowski. Pada Tahun 2017, Huntelaar kembali ke klub yang membesarkan namanya, Ajax, dan masih aktif bermain hingga kini.

2. Fred (370 Gol)

Fred Makin Dekat Ke Fluminense | Goal.com

Ya, kalian enggak salah baca. Ini bukan Fred di tokoh kartun Scooby Doo, Bintang Brasil di Piala Konfederasi 2013 ini diam-diam memiliki rekor gol yang mencengangkan.

Menghabiskan sebagian besar kariernya di kampung halaman sendiri, Brazil, Fred menggetarkan gawang lawan sebanyak 370 kali sepanjang karirnya. Fred memiliki karier yang singkat di Eropa, memperkuat Lyon di Ligue 1 selama empat musim, menorehkan 42 gol dan berjasa membantu Lyon meraih tiga trofi Ligue 1 bersama kompatriotnya di Timnas Brazil, Juninho.

Torehan gol milik Fred masih bisa bertambah, karena hingga kini, penyerang yang mencetak brace di Final Piala Konfederasi 2013 kontra Spanyol ini, masih aktif bermain untuk Fluminense di Liga Brazil.

3. Henrik Larsson (434 Gol)

Bagi publik Skotlandia dan Swedia, Larsson adalah legenda. Identik dengan Celtic di Skotlandia, Larsson membukukan 242 gol selama tujuh musim, serta mempersembahkan tiga gelar liga.

Di penghujung kariernya, Larsson sempat memperkuat Barcelona, bahkan Manchester United. Di mana momen yang melambungkan namanya adalah ketika dua assists-nya di Final Liga Champions 2006 kontra Arsenal mengantarkan Barcelona keluar sebagai juara.

Di penghujung kariernya pula, Larsson sempat memperkuat Manchester United selama setengah musim, dan menjadi kesayangan public theatre of dreams dalam waktu singkat. Larsson kini telah pensiun, dan pada Agustus 2020 dipercaya menjabat sebagai asisten pelatih Ronald Koeman untuk mantan timnya, Barcelona.

4. Pierre Van Hooijdonk (375 Gol)

Pierre van Hooijdonk

Pria Belanda kelahiran 1969 ini merupakan nama yang paling tidak populer dalam daftar. Terkenal akan kemampuannya mengeksekusi bola mati, Van Hooijdonk mencetak banyak gol melalui free kick sepanjang karirnya.

Selain itu, duel udara juga merupakan atribut andalannya, memanfaatkan posturnya yang tinggi. Menjulang setinggi 193 cm dari tanah. Van Hooijdonk menghabiskan sebagian besar kariernya di Belanda, meski sempat malang melintang di berbagai klub lain, seperti Benfica di Portugal, Nottingham Forrest di Premier League, dan Celtic di Skotlandia.

5.  Edinson Cavani (357 Gol)

Oke, mungkin ketimbang nama-nama lain, Cavani tidak se-underrated itu, akan tetapi, bila dibandingkan dengan Ronaldo, pamor dari sang bomber Uruguay jelas kalah jauh.

Cavani bukan pemain sembarangan, merupakan pemegang rekor sebagai pencetak terbanyak dalam sejarah klub Paris Saint Germain dengan 200 gol, serta membantu mereka menyabet enam gelar liga. Selain itu, hanya dalam tiga musim membela Napoli, Cavani mampu membukukan 104 gol, rekor yang fenomenal untuk seorang striker.

Kini, di usianya yang sudah 33 tahun, Cavani masih mampu bermain sepakbola di level tertinggi dengan memperkuat Manchester United, dan tengah memimpin lini serang Emyu dalam perburuan trofi Premier League.


Sakti Sakral

Pelajar SMA yang mencintai sepak bola melebih Alogaritma & Teorema. Seorang Madridtista tetapi setengah mati mengidolai Sergio Busquets.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here