Para pemain Arsenal tak mau ambil pusing dengan aksi demonstrasi bertajuk ‘Wenger Out’. Aksi tersebut memang sedang marak belakangan di kubu “The Gunners”, meski tak sampai seanarkis aksi demo taksi online yang ada di Bandung.

Fans Arsenal memang menuntut pelatih Arsene Wenger untuk mundur atau dipecat oleh manajemen klub. Terserah bagaimana caranya yang penting Wenger angkat kaki bukan dalam arti harfiah.

Aksi itu sampai turun ke jalan. Benar-benar kayak demo mahasiswa yang ada di KPK atau gedung DPR. Mereka berteriak dan bernyanyi sambil membawa tulisan “Wenger Out” atau “Time for Change”. Sayangnya tak ada yang membawa bendera Slank atau bendera FPI.

Mereka berjalan long march di sebuah jalanan kota London. Jelas kota London, tidak mungkin terjadi di Manokwari.

Di media sosial Twitter juga ramai tanda pagar #WengerOut. Bahkan sudah ada beberapa akun memakai nama tersebut.

Para suporter memang sepertinya sudah bosan dan jengah atas kinerja Wenger yang begitu-begitu saja. Melatih Arsenal sejak zaman orba tapi hanya sedikit trofi yang diperolehnya. Trofi Liga Primer bahkan diraih saat presiden Indonesia masih zamannya Megawati.

Meski tekanan dari fans sangat besar, para pemain Arsenal berusaha untuk bersikap masa bodoh. Tugas mereka adalah bermain bola di lapangan. Bukan mengurusi komunitas macam tugasnya karyawan CSR atau Community Relations.

“Kami tak akan terganggu dengan apa yang terjadi di luar. Saya kira menembus semifinal Piala FA merupakan hal bagus buat Arsenal. Kami hanya akan fokus ke pekan depan dan menjalani laga selanjunya. Kami tak peduli omongan orang,” ujar salah seorang pemain yang diketahui bernama Theo Walcott, dikutip dari Soccerway. 

Memang betul, namanya warga ucapannya pasti ada saja, pasti ada celahnya. Tak akan pernah usai macam macetnya kota Jakarta.

Image may contain: 5 people

Main photo credit: Arsenal Action

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here