Akibat keputusan sotoy-nya saat melawan Bulgaria, Danny Blind akhirnya resmi dipecat dari tim nasional Belanda. Akibat kekalahan itu, “Tim Oranye” cuma berada di peringkat keempat klasemen Grup A, jauh tertinggal dari Prancis di peringkat pertama dengan enam poin.

Saat pertandingan itu, Blind terbilang berani dalam mengambil keputusan. Tapi kata “berani” dan “sotoy ini memang beda-beda tipis. Pasalnya, keputusannya terlalu berani karena memainkan Matthijs De Ligt yang baru dapat KTP untuk dijadikan starter dan sebagai bek sentral berduet dengan Bruno Martins Indi.

Alhasil, dua gol Bulgaria dengan enak banget tercipta gara-gara kurang cekatan dan kurang pengalamannya si De Ligt. Yah maklum saja, namanya juga masih berusia 17 tahun. Para ABG seusianya saja masih banyak yang masih suka bonceng tiga.

Keputusan ‘Sotoy’ Blind Bikin Belanda Kalah

KNVB, PSSI-nya Belanda, akhirnya tak mau ambil risiko lagi. Daripada di laga selanjutnya dia bikin keputusan yang aneh-aneh lagi, lebih baik dipegat sekalian.

Bukan hanya soal aksi sotoy-nya, tapi juga prestasi yang terbilang kurang mantap jiwa untuk ukuran timnas Belanda. Selama membela tim yang warna bajunya mirip petugas dinas kebersihan itu, papi-nya Daley cuma menang delapan laga dari 18 pertandingan, termasuk persahabatan.

“Kami sangat menghargai apa yang sudah dilakukan oleh Danny Blind kepada kami. Namun, karena hasil-hasil yang mengecewakan dan untuk lolos ke Piala Dunia sekarang sulit, terpaksa kami harus melepasnya,” ujar Direktur KNVB, Jean Paul Decossaux, dikutip Soccerway. 

KNVB kini menunjuk Fred Grim, pelatih timnas U-21, untuk jadi caretaker. Grim akan pimpin ujicoba lawan Italia di Amsterdam Arena, Selasa (28/3).

Main photo credit: Futebol Holandes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here