Pada musim 2017/2018 ini Barcelona sukses meraih dua gelar domestik di Spanyol. Kedua gelar yang didapat “El Barca” tersebut adalah La Liga dan Copa del Rey. Sementara untuk kompetisi internasional seperti Liga Champions, Copa Libertadores, ataupun AFC Champions League sudah tidak mungkin untuk didapat oleh “Blaugrana”.

Pada Liga Champions, mereka gagal melaju ke semifinal setelah diberikan jurus kombek tanpa ampun oleh AS Roma. Sedangkan pada Libertadores dan AFC mereka memang belum bisa berpartisipasi.

Keberhasilan itu tentu saja membuat para pemain Barcelona merasa bangga. Semoga tidak sampai sombong yang kalau jalan dagunya diangkat. Bisa-bisa nanti terkena azab lalu jadi judul majalah Hidayah.

Tak terkecuali Ivan Rakitic yang mengatakan puas atas pencapaian timnya pada musim ini. Pada sisi lain, rival abadi mereka Real Madrid memang belum meraih satu gelar pun musim ini.

Namun “El Real” bisa bacot lebih banyak di ajang internasional, sebab mereka lolos ke final Champions dan sudah ditunggu oleh Liverpool. Beberapa kalangan jelas menilai bahwa gelar Champions lebih bergengsi dibanding kompetisi domestik.

Namun Rakitic memandang sebelah mata gelar Champions yang mungkin akan diraih “Los Blancos”. Entah pakai mata kepala, mata kaki, atau mata pencaharian. Ia tetap mengatakan bahwa dua gelar yang diraih Barcelona lebih bernilai terlepas dari Madrid gagal atau berhasil menjuarai Champions nanti.

Tidak jelas seberapa tingginya nilai dua gelar yang dimaksud Rakitic apakah sanggup mengalahkan nilai tukar Dolar ke Rupiah yang sempat mencapai 14.000 atau tidak. Hal ini merupakan tanggapan atas pernyataan sebagian pihak yang menilai bahwa prestasi Real Madrid lebih baik karena sanggup melaju ke final Champions

Kalau dihitung secara jumlah, memang gelar yang diraih Barcelona lebih banyak andai Madrid pun berhasil mengalahkan “The Reds” di Kiev nanti. Rakitic mengatakan bahwa dua gelar tersebut lebih berharga dibanding gelar Champions yang mempertemukan tim-tim papan atas seantero Eropa.

Jadi Rakitic menyimpulkan bahwa tingkat ‘kebanggaan’ atas dua gelar tersebut tidak berkurang andai Madrid menjadi juara Champions nanti.

“Double ini tidak akan berarti lebih baik jika Real Madrid kalah di final Liga Champions. Nilainya tidak akan bertambah atau berkurang,” tegas Rakitic dikutip dari Liputan6.

Gelandang “Blaugrana” tersebut beralasan bahwa menjuarai La Liga lebih sulit daripada menjadi pemenang Liga Champions. Sebab itu, dia menilai bahwa Barcelona telah melakukan hal yang lebih baik dibanding Madrid.

Padahal, bisa jadi dia ngomong gitu karena Barca tidak lolos ke final. Semacam berbau iri hati. Coba kalu Barca ke final, pasti dia bakal bilang kalau trofi Liga Champions lebih penting dari trofi apapun bahkan bisa jadi lebih dari ibunya sendiri.

Memang pada ajang La Liga, Barcelona belum terkalahkan. Saat final Copa del Rey mereka juga menghancurkan Sevilla dengan skor Afgan dan Rossa alias tega dan sadis seperti bahasa anak Kaskus. Pada final tersebut Barcelona tampil perkasa dengan menang 5-0 atas Sevilla.

Tapi sepertinya ucapan Rakitic hanya alasan yang dibuat-buat saja. Mungkin masih ada bekas luka setelah kena kombek AS Roma di ajang yang sama.

“Sangat sulit memenangkan dua gelar, sebab berkompetisi di La Liga jauh lebih berat daripada di Eropa (Liga Champions).”

Pada ajang La Liga memang Madrid kesulitan pada awal musim meski kini telah menempati posisi ketiga klasemen.

https://twitter.com/LaLigaEN/status/994787934258827264

Main photo: stretford-end.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here