Manchester City kembali meraih tiga poin pada laga lanjutan Champions League. Menjamu Dinamo Zagreb di Etihad Stadium, anak asuh Pep Guardiola menang dengan skor 2-0 atas tim tamu.

Seperti biasa, City ini selalu bermain dengan gaya kucing-kucingan atau istilah yang lebih keren adalah tiki-taka. Bermain 90 menit, City ini mainnya mirip dengan teman yang kalau main playstatioin, tahunya hanya tombol X saja alias mengoper.

Oper-operan terus kerjanya seperti main kucing-kucingan. Bedanya kalau ada yang kena kolong alias nutmeg, tidak harus cium tangan atau push-up.

Sejak ditangani oleh Pep Guardiola, memang jurus ini yang selalu diterapkan pada saat bertanding. Agak ngeselin memang, tapi salah sendiri kalau tidak bisa merebut bola. Tiki-taka memang terbukti ampuh bahkan sejak Pep menangani Barcelona.

Zagreb sendiri benar-benar dibuat kewalahan dan mati gaya akibat jurus itu di laga tadi malam. Terbukti penguasaan bola dimiliki City hingga sebesar 81 persen berbanding 19 persen milik Zagreb.

Paling-paling banyak di goal kick saja mereka. Sebab City begitu perkasa dengan menghasilkan 20 tendangan sepanjang laga. Perbandingannya 10:1 karena Zagreb hanya mampu melepaskan dua peluang. Benar-benar definisi disayurin Zagreb di laga itu.

Meski menciptakan banyak peluang, nyatanya City juga cukup kesulitan untuk mencapai tujuan utama dalam bermain sepak bola yaitu mencetak gol. Mau menguasai pertandingan hingga 90 persen, kalau tidak mencetak gol ya sama saja.

Sejumlah peluang yang dihasilkan oleh City nyatanya belum ada yang berakhir dengan selebrasi di dekat gawang lawan.

Etihad Stadium baru bergemuruh pada menit ke-66 setelah Raheem Sterling memecah kebuntuan. Umpan tarik dari Riyad Mahrez dengan mudah diselesaikan Sterling dari depan muka gawang.

Gol pengunci kemenangan City justru dicetak pemain yang masuk sepertinya hanya untuk buang-buang waktu saja. Phil Foden yang dimasukan pada masa injury time, menggandakan keunggulan City di menit ke-90+5. Skor akhir 2-0 untuk City.

Pep mengatakan bahwa kesabaran membuat mereka berhasil meraih kemenangan di laga tersebut.

“Mereka bertahan dengan sangat baik dalam situasi satu lawan satu dan sangat agresif. Mereka menumpuk 10 pemain di kotak penalti, mereka tak ingin bermain,” ungkap Guardiola dikutip dari Detik.

“Mereka menunggu bola-bola mati, tapi kami bermain sabar. Pada akhirnya kami punya cukup peluang dari penguasaan bola kami untuk mencetak gol-gol.”

https://twitter.com/brfootball/status/1179156509634244608

Main photo: @championsleague

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here