Lazio melakoni laga keduanya setelah absen UCL sekian lama sampai tak terhitung berapa purnama. Bertamu ke markas Club Brugge, tim asal Roma itu gagal berkilau.

Padahal, Lazio ini sudah pakai jersey cadangan mereka yang berwarna hijau stabilo. Warnanya cukup menyilaukan mata. Terang banget kayak lampu ruang tamu rumah orang kaya. Sayangnya tak mampu membuat mereka jadi berkilau.

Lazio sempat unggul lebih dulu lewat tendangan bebas Joaquin Correa. Tendangan bebas di sini bukan free kick pelanggaran, melainkan bebas dalam arti sesungguhnya.

Correa memang tak terkawal saat melepaskan tendangan dari depan kotak penalti Brugge. Entah itu beknya Brugge lagi pada ngapain.

Cuma sayang, Lazio gagal mempertahankan keunggulan lantaran Patric malah main gulat bareng Mats Rits di depan gawangnya sendiri. Orang lagi enggak berbahaya, dia malah memeluk Rits dengan mesra sampai jatuh-jatuhan segala.

Kalau memang suka betulan, mending diselesaikan setelah pertandingan saja. Gara-gara peluk-pelukan di depan gawang, wasit jadi kasih penalti buat Brugge. Hans Vanaken sukses jadi algojo.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/1321487531037241350

Pelatih Simone Inzaghi mengaku tak masalah dengan hasil mengecewakan ini. Siapa yang enggak kecewa, harusnya mereka bisa menang. Namun, hasil ini masih lebih baik jika melihat banyak pemain mereka yang tak main akibat COVID sampai delapan orang.

Sebut saja Ciro Immobile, Thomas Strakosha, Lucas Leiva, Luiz Felipe, Danilo Cataldi, Manuel Lazzari, Andreas Perreira, dan Nicolo Armini. Kendati COVID, kedelapan pemain Lazio tidak diisolasi di Wisma Atlet Kemayoran.

“Terlepas dari kebobolan penalti, saya meminta para pemain menunjukkan karakter, mereka telah membawa segalanya yang mereka miliki di tengah ribuan kesulitan,” kata Simone Inzaghi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here