AC Milan akhirnya harus mengakhiri catatan unbeaten mereka di semua kompetisi mulai dari musim lalu sampai musim ini. Langkah Milan terhenti di laga ke-24 di tangan klub asal Prancis yang negaranya lagi ramai diboikot orang.

Meski negara Prancis lagi ramai diboikot di mana-mana akibat situasi politik, klub Lille tetap saja gacor dan tak mau ‘diboikot’ oleh Milan. Tampil di kontrakannya Milan bernama San Siro Permai Indah, Lille sukses dibantai 3-0.

Ya namanya klub bola, suatu saat pasti bakal kalah juga. Mau sesombong apapun ini Milanisti, namanya kekalahan pasti akan dialami juga. Tapi ya enggak dibantai 0-3 juga sih. Di kandang sendiri pula.

Adalah Yusuf Yazici yang menjadi momok menakutkan bagi Milan. Yusuf yang namanya lebih cocok jadi ustadz itu memborong ketiga gol Lille. Kalau dipanggil “Pak Yusuf” cocok jadi pengurus komplek yang sering diandalkan para warga.

Memang kurang ajar sekali Pak Yusuf ini. Bikin malu tuan rumah saja. Sampai borong tiga gol begitu. Padahal menang 1-0 saja kan sudah cukup buat menghentikan unbeaten-nya Milan, ini pakai acara 3-0 segala.

Pak Yusuf mencetak gol pertama setelah dirinya dijatuhkan Alessio Romagnoli. Yusuf lagi kontrol bola malah di-jorokin atau didorong oleh Romagnoli. Penalti diberikan kepada Lille dan Yusuf sendiri yang ambil itu penalti.

Di babak kedua, Pak Yusuf berulah lagi dengan melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Tendangan kaki kirinya gagal diantisipasi dengan baik oleh Gigi Donnarumma. Padahal biasanya, Donnarumma bisa menepis tendangan model begitu, tapi kali ini luput. Mungkin kurang panjang itu sarung tangannya.

Tak puas sampai di situ. Selang beberapa menit saja dari gol kedua, Pak Yusuf bikin gol lagi. Kali ini bikin Donnarumma diam saja seperti manekin Ramayana.

Yang menafik, Pak Yusuf ini menjadi pemain pertama yang sukses membukukan trigol di kandang AC Milan dari semua kompetisi sejak Rivaldo pada Oktober 2000. Kira-kira sudah seumuran anak kuliahan zaman sekarang.

Pelatih Stefano Pioli pun mengakui kekalahan ini. Dia bahkan sudah siap kalah saat terjadi gol kedua ketika Donna menepis angin.

“Saya pikir pertandingan berjalan lebih seimbang dibandingkan skor akhir laga. Setelah gol kedua Lille, segalanya menjadi lebih sulit bagi kami,” ujar pelatih berambut minim itu.

SHARE
Previous articleChelsea Gesek Dua Voucher Halal Tidak Bawa Sial
Next articleDibantu Dua Agen Ganda, Arsenal Menang Gede di Europa
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here