Mulai sekarang masuk ke Stadion Old Trafford kebanggaan Manchester United (MU) tidak bisa sembarangan. Selain harus punya ongkos untuk terbang ke Manchester, para tamu Old Trafford harus siap dipindai segala macam barangnya termasuk barang yang “itu” dengan alasan keamanan.

Dikutip dari Sky Sports, MU memang cukup serius untuk meningkatkan keamanan di gubuknya itu. Mereka menjadi klub olahraga pertama yang menerapkan sistem anti-teror di Inggris.

Demi menjaga keamanan Old Trafford yang jauh dari jl. Jenderal Sudirman itu, MU pun merekrut mantan inspektur kepolisian untuk menjadi manajer anti-teror yang akan memimpin sistem keamanan di sekitar stadion.

Belum diketahui siapa orang yang beruntung itu. Pastinya seorang polisi yang paham betul soal anti-teror. Jika di Indonesia mungkin bisa disetarakan dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 (Anti-Teror) meski belum tentu dari satuan anti-teror.

Artinya, segala macam teror mudah-mudahan bisa teratasi dengan baik. Mulai dari teror bom, teror senjata api, teror ibu mertua, teror debt collector, teror dikejar klien karena waktu deadline sudah lewat, sampai diteror istri yang sudah misscall sampai tujuh kali.

Old Trafford memang sudah dua kali diguncang dua aksi teror. Pertama saat melawan Bournemouth musim lalu saat “Theatre of Dreams” diguncang isu bom sampai pertandingan ditunda beberapa hari.

Setelah berhasil disisir meski bukan pakai sisir rambut, bom yang katanya palsu itu ditemukan di toilet dengan rangkaian kabel warna-warni lengkap dengan pipanya. Entah apa yang dilakukan si bom itu, mungkin karena kebelet dan tak dapat ditahan lagi.

Kemudian pada November lalu, petugas keamanan Old Trafford kecolongan oleh dua pemuda yang bisa masuk dan menginap dengan gratis di stadion untuk menyaksikan pertandingan lawan Arsenal. Wah, asyiknya dapat hiburan gratis.

Main photo credit: Manunitedwallpaper.wordpress.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here