Gelandang Arsenal yang bernama Mesut Oezil rupanya punya jiwa kemanusiaan yang tinggi. Pemain bermata kubil kayak karakter film E.T itu terenyuh dengan kehidupan seorang anak dari Jakarta Utara.

Jakarta Utara? Ya, ini bukan salah ketik atau lawakan receh. Oezil benar-benar bersimpati dengan seorang anak bernama Dhani. Dhani bukanlah musisi yang kontroversial dan menikahi Mulan Jameela, melainkan seorang anak dari keluarga tak mampu yang hidup di tempat pembuangan sampah.

Bagaimana bisa Oezil mengenal Dhani yang nun jauh di sana? Tentu saja dari Arsenal Foundation yang beberapa waktu lalu mengunjungi Indonesia tepatnya di Jakarta Utara.

Bersama legenda Arsenal, Ray Parlour, Arsenal Foundation meresmikan lapangan artifisial bagi anak-anak di kawasan kumuh, atau bahasa kerennya lapangan berumput sintetis. Saat itu, Parlour bertemu Dhani yang menurutnya sangat menginspirasi.

“Saya bertemu dengan anak bernama Dhani yang hidup di tempat pembuangan sampah. Dia harus berhenti sekolah untuk menghidupi keluarganya. Mendengar ceritanya sangat membuka mata saya bahwa hidupnya penuh perjuangan. Tapi sepak bola telah mengembalikan masa kanak-kanak dan memberikannya senyuman,” ujar Parlour dikutip Liputan 6. 

Kabar itu dengan cepat sampai ke tim Arsenal yang ada di London. Terutama telinga Oezil yang tetap masih mirip E.T. Lewat akun Twitter (@MesutOzil1088) dan Instagramnya bernama m10_official yang telah dicentang biru tanda verifikasi, Oezil mempublikasi foto Dhani.

Selain Oezil, tweet Arsenal Foundation juga di-retweet oleh Hector Bellerin, bek yang larinya cepat banget kayak lagi dikejar Satpol PP, serta Per Mertesacker yang larinya justru lambat macam

“Dhani hidup di area kumuh di Jakarta. Dia harus berhenti sekolah untuk membantu keluarganya karena ayahnya tuna netra. Terima kasih kepada Arsenal Foundation dan Save Children UK atas programnya. Dhani kini punya tempat bermain bola yang aman dan nyaman. Sepak bola benar-benar membantu kehidupan anak-anak di seluruh dunia,” tulisnya.

Bukan kali ini saja Oezil berjiwa sosial. Mantan pemain salah satu klub ternama di Spanyol berinisial RM itu adalah sosok yang gampang tersentuh. Bukan berarti mudah disentuh secara fisik, melainkan mudah tersentuh dengan masalah sosial dan kemanusiaan.

Kalau ikut organisasi mahasiswa seperti BEM atau Senat Mahasiswa, Oezil cocoknya masuk divisi Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) atau Pengabdian Masyarakat (Pengmas). Pokoknya yang berbau-bau sosial.

Pada 2014 lalu, dia mendonasikan hadiah yang dia dapatkan dari juara Piala Dunia untuk membiayai pengobatan 23 bocah Brasil. Totalnya mencapai 240 ribu pound.

Dua tahun berikutnya, Oezil dikabarkan menyambangi kamp pengungsi Suriah di Yordania. Dia menghibur anak-anak pengungsi dengan bermain bola tentunya, bukan stand up comedy.

Oezil juga bergabung dengan badan amal My Shining Star dalam mewujudkan mimpi anak-anak pengidap penyakit kanker dan mengundang bocah bernama Charlie ke Arsenal untuk nonton pertandingan lawan Sunderland di Emirates Stadium.

Kita tunggu saja, apakah Oezil juga tergerak untuk jadi anggota BAZIS (Badan Amil Zakat, Infaq, dan Sodakoh) atau Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Indonesia. Yang jelas, ini baru pria punya selera. Laki tanding kalau sebanding, laki fearless!

Main photo credit: Twitter (@AFC_Foundation)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here