Juventus kembali ke trek kemenangan usai mengalahkan Bologna 2-0 pada laga pertama Seri A usai “liburan Corona”. Hasil ini sekaligus memantapkan Juve berada di puncak klasemen meninggalkan Lazio dengan empat poin, bahkan sulit dikejar oleh Persija atau Persekabpas sekalipun.

Menghadapi Bologna di kandangnya, Juve sempat di-press macam tukang fotokopian. Namun, berkat kelihaian dan ketenangan para pemainnya, mereka berhasil keluar dari tekanan.

Bahkan mereka juga memperlihatkan kelihaian dalam meminta penalti. Inilah yang membuka keran gol mereka dalam dua laga terakhir saat mandul bikin gol. Ujung-ujungnya mesti lewat penalti juga.

Juve memang dikenal luwes dalam hal mendapatkan penalti. Jatuh sedikit langsung dikasih penalti. Jangan-jangan ketika berada di tempat parkir kesenggol abang-abang lagi geser motor, langsung otomatis minta penalti.

Saat terjadi sepak pojok, seorang pemain Juventus terjatuh. Bahkan disusul pemain lainnya. Sudah seperti laron disemprot Baygon saja, satu per satu berguguran.

Matthijs de Ligt rupanya sempat ditarik pemain Bologna entah siapa namanya. Bola mental ke Adrien Rabiot namun diseruduk pemain Bologna juga sampai terjatuh.

Wasit sempat memutuskan Rabiot yang melakukan pelanggaran. Namun setelah melihat CCTV yang tidak berada di pojok Alfamart, wasit memutuskan memberi penalti karena sebelumnya terjadi pelanggaran terhadap De Ligt.

Cristiano Ronaldo tak mau mengulangi kesalahannya saat mendapat penalti melawan Milan. Kali ini tendangannya masuk dengan telak. Mudah saja bagi Ronaldo yang kerap dijuluki “Penaldo”.

Namun, selain penalti Juve juga punya kelihaian lain yakni membuat gol cantik. Sebenarnya gol cantik ini merupakan kelihaian hampir semua tim. Tapi kali ini terasa berbeda.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1275163040531578887

Paulo Dybala menggandakan keunggulan lewat sebuah tendangan ciamik dari luar penalti. Sebelumnya, dia menerima umpan cuek dengan backheel dari Federico Bernardeschi yang mainnya suka angin-anginan macam vespa klasik. Kalau katanya Gennaro Gattuso, “Sometime maybe good, sometime maybe shit“.

Hasil assist cuek tersebut kemudian dimanfaatkan Dybala untuk melepaskan tendangan mantap-mantap ke gawang Bologna yang dari dulu dikawal seorang kiper.

Di babak kedua sebenarnya banyak peluang untuk bisa mengubah skor jadi 3-0 bahkan 4-0. Namun, Bernardeschi dan Ronaldo malah menyia-nyiakan kesempatan. Bola malah ditendang ke tiang dan dibuang keluar.

Kemenangan 2-0 sepertinya sudah cukup buat Juve untuk mengobati kemandulan. Hasil positif lainnya, mereka memperpanjang torehan tanpa kebobolan dalam empat laga terakhir.

“Kritiknya berlebihan dan itu bisa jadi motivator bagi kami untuk mengembalikan mental apalagi fisik, yang mungkin butuh waktu lebih lama,” kata Maurizio Sarri dikutip Detik, menjawab kritik yang ditujukan kepadanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here