Drama seru tersaji di laga terakhir Liga Primer. Ketiga tim memperebutkan dua tempat di Liga Champions, yakni Leicester, Chelsea, dan Liverpool. Namun tentu saja, bakal ada yang sesak di akhir laga. Dan yang sesak adalah Leicester.

Bagaimana tidak sesak, Leicester itu sudah memiliki kemenangan di depan mata. Mereka dua kali unggul dari Tottenham Hotspur. Pertama lewat gol penalti Jamie Vardy, kemudian disamakan oleh Harry Kane jadi 1-1. Tendangan Kane saking kencangnya bisa molos lewat selangkangan Kasper Schmeichel yang lupa memakai sarung pada laga ini.

Namun di awal babak kedua, hokinya Leicester masih ada karena masih punya “Wild Card” penalti yang masih bisa digosok. Vardy kembali memanfaatkannya dengan memuaskan.

Sampai menit ke-75, Leicester masih unggul. Sementara di saat yang bersamaan, Chelsea justru tertinggal 1-2 dari Aston Villa.

Chelsea bahkan tertinggal 0-2 lebih dulu lewat gol Bertrand Traore dan Anwar El-Ghazi dari voucher penalti. Sebelum diperkecil lewat gol Ben Chilwell pada menit ke-70.

Di laga lainnya, Liverpool sudah enak karena unggul 2-0 atas Crystal Palace lewat gol Sadio Mane dan Sadio Mane. Tentunya mereka itu satu orang.

Kalau pertandingan disetop pada menit ke-75, sudah pasti Liverpool dan Leicester yang lolos ke Liga Champions. Chelsea siap-siap ke Liga Malam Jumat, kecuali mereka menjuarai Liga Champions musim ini.

Mungkin inilah yang mendasari Chelsea main santai-santai saja di laga terakhir. Kalau di posisi lima, masih ada kartu lain dengan memenangkan Liga Champions musim ini. Itu juga kalau menang.

https://twitter.com/_Alkenn/status/1396572250984288260

Sayangnya, Leicester ini malah tuman. Kasper Schmeichel malah bikin gol bunuh diri. Benar-benar bunuh diri dan bunuh timnya sendiri.

Si Schmeichel ini malah ngadi-ngadi, maksud mau menghalau bola dari tendangan sudut, tapi tinjunya luput. Dia malah seperti mau mengeplak lalat warteg.

Gol ini bikin mental pemain Leicester drop. Mereka pun kebobolan lagi lewat Gareth Bale setelah pertahanannya diacak-acak Kane. Tak lama kemudian, Bale yang mengacak-ngacak pertahanan Leicester. Bek-bek Leicester sudah ogah, makanya hanya formalitas saja mengawal Bale. Pasrah diobok-obok model begitu.

Di laga lain, skor Chelsea tak berubah. Tetap kalah 1-2. Nyawa mereka tadinya ada di diri sendiri, kini malah pindah ke tanggungan orang lain.

Namun meski kalah, mereka tetap lolos ke Liga Champions. Benar-benar hoki sekali ini Chelsea, bisa dibantu sama Tottenham. Solidaritas tim London apa gimana.

“Kekalahan tidak pernah enak. Tetapi, kami terus belajar. Kami telah mencapai target dan selamat kepada semua. Tim kami masih muda. Kami akan menuju Porto dengan penuh keyakinan,” tutur Thomas Tuchel dikutip Okezone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here