Ketika semua orang perhatiannya tertuju pada laga Juventus vs Barcelona, jangan lupakan masih ada Borussia Dortmund vs Monaco. Namun, laga tersebut harus ditunda karena ada teror bom yang menimpa bus tim Dortmund. Astaga!

Sebuah ledakan kecil menimpa bus tim Dortmund saat mereka baru berangkat dari hotel menuju Stadion Signal Iduna Park. Ternyata meski main di kandang sendiri, Dortmund tetap sewa hotel, bukan berangkat dari rumah sendiri-sendiri.

Ledakan itu terjadi pada pukul 19.00 waktu setempat di jalan Wittbraucker Strasse/Schirrmannweg di Dortmund-Hochsen. Nama yang asing bagi orang Indonesia yang biasanya cuma mendengar nama jalan Soekarno-Hatta, Jend. Sudirman, Thamrin, sampai jalan yang dinamai buah-buahan. Jalan Jambu, Sirsak, Jeruk, dsb.

Kejadiannya memang di jalanan, beberapa meter dari bus. Namun, efeknya cukup menimpa bus berwarna hitam itu tanpa ada tulisan “Mayasari Bakti”. Apalagi, ada dua ledakan susulan.

Satu pemain Dortmund, diketahui bernama Marc Bartra, menjadi korban. Dia terkena serpihan kaca di lengannya dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

“Jelang laga Liga Champions antara BVB dan Monaco ada ledakan di sekitar bus BVB seketika setelah pukul 19:00 waktu setempat. Menurut pengamatan kami ada bagian bus yang rusak dan seorang mengalami cedera. Soal jenis ledakan apa dan di mana letak muncul yang sebenarnya masih belum diketahui jelas,” bunyi pernyataan dari pihak kepolisian.

Hasil gambar untuk borussia dortmund bus bom
Ini dia gambar kerusakan bus Dortmund yang terkena bom. (Source: Netralnews)

Pertandingan pun langsung ditunda. Dijadwalkan bertanding pada Rabu malam, sebelum jadwal pertandingan perempat final satunya lagi.

Tentu tidak kondusif memainkan pertandingan usai menerima teror semacam itu. Kalau cuma teror dari fans lawan mungkin sudah biasa. Tapi ini bom. Siapa yang enggak takut mengalami serangan macam itu.

Kiper Roman Buerki menjadi saksi hidup kejadian tersebut. Dia menuturkan betapa shock-nya para penggawa Dortmund saat kejadian.

“Ledakan besar terjadi ketika bus hendak masuk ke jalan utama,” ujar Buerki menceritakan kronologi kejadian tersebut kepada Blick.

“Saya duduk di barisan belakang, di sebelah Marc Bartra, yang terkena pecahan kaca. Usai ledakan, kami semua merunduk di dalam bus dan sebisa mungkin tiarap. Kami tidak tahu lagi apa yang terjadi setelahnya, tidak ada yang memikirkan pertandingan sama sekali,” sambungnya lagi.

Warga Monaco yang sudah duluan sampai ke stadion juga mengaku shock. Meski statusnya lawan, tapi mereka juga panik mendengar rekan-rekan seprofesinya itu mendapat serangan bom.

“Kami berada di ruang ganti stadion saat kejadian. Kami mendengar kabar saat menjalani pemanasan sebelum pertandingan. Saat itu pelatih Leonardo Jardim masuk dan memberitahukan insiden yang menimpa Dortmund,” kata kiper Monaco, Danijel Subasic.

Kita doakan agar Bartra cepat pulih dan kembali ke lapangan secepatnya. Semoga di sana termasuk pertandingan Liga Champions lainnya tetap aman-aman saja. Aamiin.

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here