Lazio gagal meraih kemenangan pada laga terakhir mereka di fase grup kontra Stade Rennes. Pada laga yang digelar di Roazhon Park, “I Biancocelesti” takluk dengan skor 0-2..

Kekalahan ini sekaligus mengubur dalam-dalam mimpi Lazio untuk melanjutkan perjuangan mereka di kompetisi Liga Malam Jumat alias Liga Europa.

Harapan Lazio untuk lolos sebenarnya agak ngarep. Bahkan bisa dibilang ngarep banget. Bagaimana tidak, dari empat pertandingan awal mereka, tiga berakhir dengan kekalahan.

Satu-satunya harapan Lazio untuk lolos adalah meraih kemenangan di laga terakhir, sambil berdoa agar Celtic sukses menaklukan CFR Cluj.

Tapi namanya manusia, hanya bisa berencana dan berharap saja. Terkadang bandar yang menentukan.

Dua skenario yang diharapkan Lazio tidak ada yang terwujud. Cluj menang atas Celtic, sementara Lazio juga malah takluk di kandang Rennes. Lawan Juventus bisa menang, tapi di kompetisi Eropa kenapa jadi culun sekali mereka.

Alhasil kini Lazio hanya bisa diam melongo dari rumah sambil menonton tim-tim Italia lainnya berlaga di pentas Eropa.

Lazio tertahan di peringkat ketiga dengan enam poin. Sementara Celtic keluar sebagai juar grup dengan 13 poin diikuti oleh Cluj dengan modal 12 poin.

Joris Gnangnon menjadi mimpi buruk Lazio di laga itu dengan memborong dua gol kemenangan Rennes.

Gol pertama Rennes dicetak Gnagnon pada menit ke-30. Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti Silvio Proto. Kurang cepat gerakan tangan dari Proto. Mungkin harus belajar dulu dia sama copet-copet terminal.

Rennes menggandakan keunggulan di akhir babak kedua setelah bola liar hasil tembakan Flavien Tait langsung disambar Gnagnon dari muka gawang. Skor 2-0 mengakhiri laga untuk kemenangan Lazio.

“Ini bukan grup yang mudah karena Rennes dan Celtic kuat, tetapi Cluj yang melaluinya. Penyesalan kami didasarkan pada pertandingan lain daripada (kekalahan) ini,” ucap Simone Inzaghi seperti dikutip dari Kompas.

Main photo: @infosportplus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here