Atalanta sedang menjalani (mungkin) musim terbaik mereka sepanjang sejarah klub. Namun jalan menuju kejayaan terpaksa terhenti sementara akibat ulah si corona.

Sejak ditangani Gian Piero Gasperini, Atalanta mampu tampil impresif di Serie A. Bahkan di musim lalu mereka jadi salah satu tim paling produktif dalam urusan membuat lawan kick-off alias mencetak gol bersama dengan Juventus.

Tak hanya itu, Atalanta juga berhasil menembus liga Champions pertama mereka sejak entah zaman orde lama mungkin.

Kisah Atalanta yang bagaikan dongeng jelas mengejutkan banyak pihak. Apalagi setelah sang anak baru kena bully di tiga pertandingan awal Champions, mereka justru berhasil lolos dari babak grup.

Kini Atalanta terus melangkah dan memastikan diri menembus babak perempat final usai mengalahkan Valencia di babak 16 besar.

Mereka unggul agregat 8-4 dari Kelelawar Hitam. Hasil ini didapat oleh Atalanta usai menang 4-1 di San Siro pada leg pertama dan unggul 4-3 ketika bertandang ke Mestalla.

Namun, keberhasilan Atalanta berbanding terbalik dengan kondisi kota Bergamo. Suka cita yang mereka hadirkan kini berubah setelah merebaknya virus corona.

https://twitter.com/brfootball/status/1237697192468664320?s=20

Laga antara Atalanta kontra Valencia belakangan disebut salah satu sumber merebaknya COVID-19 di Bergamo.

Kapten Atalanta, Alejandro Gomez meyakini hal tersebut karena saat laga leg pertama di San Siro, ribuan fans Atalanta hadir dari Bergamo. Bergamo berada di wilayah Lombardy yang merupakan daerah terparah terdampak corona di Italia.

“Bermain di pertandingan itu begitu mengerikan. Tidak ada cek di Valencia, semuanya santai,” kata Gomez dikutip dari Detik.

“Saya pikir situasi di Bergamo hari ini juga ada hubungannya dengan pertandingan Liga Champions di San Siro. Ada 12.000 penduduk di sini dan 45.000 orang berada di stadion hari itu.”

Kami telah membuat seluruh kota bahagia dalam empat tahun terakhir. Namun, apa yang kami alami akhir-akhir ini adalah sesuatu yang mengerikan, yang masih belum dapat saya terima,” ujar Gomez menambahkan.

“Kami adalah negara dengan kasus terbanyak setelah China, itu hal yang aneh. Orang-orang di Bergamo seharusnya bahagia sekarang karena bangga dengan apa yang dilakukan timnya. Namun saat ini sebaliknya, kita harus fokus pada hal lain dan berpikir tentang para keluarga yang menderita,” jelasnya.

https://twitter.com/101ULTRAS/status/1242574540351442944?s=20

Main photo: @brfootball

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here