Napoli akhirnya menelan kekalahan pertamanya musim ini. Setelah dapat poin sempurna dalam dua laga awal, “Partenopei” akhirnya keok dan bertekuk lutut. Tapi sekalinya keok kebangetan banget, kalahnya sampai 0-3, tak berbalas sama sekali.

Bertandang ke Luigi Ferraris, kontrakan campurannya Sampdoria, Napoli terbantai kosong-tiga yang diiringi dengan duka. Jika di Indonesia Stadion GBK baru saja bersuka cita atas keberhasilan Asian Games, beda di Stadion Luigi Ferraris yang bikin Napoli jadi berduka.

Baru berjalan 11 menitan, Napoli sudah bobol lewat sebuah skema serangan balik yang tak bisa dicegah bek-beknya sendiri. Berawal dari tendangan sudut Napoli, lalu diserang cepat oleh para pemain Sampdoria bak sedang tawuran warga.

Gregoire Defrel tanpa diduga melepaskan tendangan LDR dari luar kotak penalti. Kiper David Ospina sempat melakukan langkah pencegahan, tetapi ternyata gawangnya tetap tercemar.

Selang 21 menitan berikutnya, Defrel bikin gol lagi. Dia tampak sakaw atas gol yang dicetak sebelumnya. Memang kalau sudah dapat gol sekali, jadi ingin tambah. Macam bersin saja, sekalinya bersin biasanya suka ada tambahannya.

Di babak kedua, Sampdoria benar-benar ingin menghabisi tamunya, sekaligus bikin Carlo Ancelotti jadi Puspa alias Pusing Kepala. Kapten Fabio Quagliarella yang notabene mantannya Napoli, membuat gol yang sangat cantik.

Sebuah umpan silang dari Bartosz Bereszynski disambut penuh kehangatan oleh Quagliarella. Namun, dia ogah bikin gol mainstream pakai bagian kaki standar. Dia menendangnya pakai kaki bagian belakang, semacam gol cuek tanpa melihat ke gawang.

Skor 0-3 membuat Napoli kehilangan momentum untuk mengejar Juventus. Memang, musim baru dimulai, tapi kalau tak segera diperbaiki, bisa-bisa degradasi.

Ancelotti pun sangat kesal dengan sikap para pemainnya. Setelah kebobolan bukannya membalas, malah kasih gol lagi buat Sampdoria. Kalau mau sedekah bukan di situ tempatnya, mending datang ke masjid-masjid atau gereja-gereja sekitar untuk membangun tempat ibadah. In sya Allah barokah.

Ancelotti menyoroti timnya yang selalu ketinggalan duluan dalam setiap laga di Seri A. Dua laga sebelumnya mereka berhasil comeback. Namun, voucher comeback itu sudah habis digosok dalam dua laga tersebut. Pas pertandingan ketiga, sudah tak berlaku lagi.

“Kami memiliki awal yang sama dengan dua pertandingan lainnya. Kami mampu membalikkan keadaan, tetapi kali ini kami tidak. Kami kembali memberi hadiah di babak pertama dengan sikap buruk, terutama pada gol pembuka. Kami kalah 1-0, khawatir dan mulai berjuang, tapi itu tidak cukup,” katanya Ancelotti.

Main photo: BBC

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here