Meski menang 2-0 atas Sampdoria, Napoli dipastikan gagal meraih Scudetto setelah Juventus bermain imbang dengan Roma 0-0. Peluang mereka meraih Scudetto memang sangat tipis, setipis mendapatkan uang hadiah BRI Untung Beliung Britama.

Perjuangan “Partenopei” kandas hanya dalam dua pekan. Padahal sebelumnya mereka pede jaya bisa menyalip Juventus setelah mengalahkan mereka. Apalagi melihat Juve yang memiliki jadwal lebih sulit.

Sayangnya harapan itu sirna, terbang bersama mimpi dan angan-angan. Gelar Scudetto yang telah lama didambakan sejak harga Premium masih Rp150 perak per liter itu kandas. Pelatih Maurizio Sarri tak menampik kalau itu merupakan kesalahan mereka sendiri.

Harusnya, para pemain Napoli tak perlu mempedulikan hasil yang diraih oleh Juve. Fokus pada pertandingan mereka sendiri saja. Nyatanya, Marek Hamsik dan kawan-kawan malah sibuk menyaksikan laga Juve melawan Inter.

Sepekan setelah mengalahkan Juve, Napoli memang bertandang ke Fiorentina, menginap di hotel kota itu. Entah apakah hotel kelas melati atau bintang tiga. Yang jelas tidak sampai digedor Satpol PP.

Rupanya, bukannya beristirahat atau minimal main PES, mereka malah asyik-asyikan menonton laga Inter melawan Juventus yang digelar sehari sebelum laga Napoli melawan Fiorentina.

Mungkin mereka penasaran menanti hasil yang diraih Juve. Apalagi Inter sempat unggul 2-1, pastinya mereka bakal girang bukan main dan merayakannya di hotel. Tapi justru itulah, Sarri mengungkapkan kalau timnya salah karena menonton laga itu.

Mereka lemas setelah melihat mantannya, Gonzalo Higuain, mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir melawan Inter. Para pemain Juve merayakannya dengan gegap gempita karena jarak menjadi empat poin lagi.

Inilah yang mengganggu psikis anak-anak asuhannya Sarri. Hal itu berdampak di lapangan melawan Fiorentina di mana mereka dilumat habis 0-3 oleh gol-gol Giovanni Simeone. Mereka sepertinya tampil dengan beban di pundak yang segede Gaban. Merasa tertekan dan harus menang, akhirnya malah jadi down dan kurang enjoy. 

Makanya, Sarri bilang kalau Napoli bukan kalah di lapangan, melainkan di kamar hotel. Mending lagi asyik-asyikan sampai lemas sama perempuan, tapi justru lemas gara-gara melihat Juve menang.

“Kami seharusnya pergi tidur lebih awal. Anak-anak sangat terpukul melihat jalannya laga itu. Aku kecewa karena kami kehilangan gelar di kamar hotel, dan bukan di lapangan,” ujar Sarri, saat diwawancara selepas lawan Sampdoria, dikutip Kumparan. 

Sarri lalu juga menyesalkan dengan jadwal yang sepertinya lebih menguntungkan Juventus. Menurutnya, Juve selalu main lebih dulu dari Napoli sehingga secara mental mereka aman-aman saja. Sedangkan Napoli jadi lebih beban, karena sudah melihat hasil Juve.

Tercatat ada 14 kali Juve tampil duluan dibandingkan Napoli. Inilah yang bikin Sarri jadi enggak enak hati.

“Dalam 16 pekan terakhir, kami bermain setelah Juventus sebanyak 14 kali. Ketika Juventus memenangi hampir semua laga itu, jadinya sulit sekali untuk kami,” sambungnya lagi.

Sing sabar ya, Sarri. Bisa dicoba lagi tahun depan. Kalau bukan rezekinya, berarti memang belum saatnya. Bagaimanapun tetap perlu diapresiasi perjuangan dan kesolidan tim Napoli sebagai penantang utama Juve dalam gelar Scudetto.

Main photo: @sscnapoli 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here