Gelandang AS Roma yang memiliki garis keturunan Indonesia, Radja Nainggolan, dipastikan hanya menjadi penonton tanpa bayaran dalam gelaran Piala Dunia 2018 nanti. Pemain berkebangsaan Belgia tersebut tidak dimasukan dalam skuat Belgia yang dinahkodai oleh Roberto Martinez.

Timnas Belgia memang telah merilis daftar 28 pemain untuk berlaga di Piala Dunia pada hari Senin (21/5) yang lalu. Dari nama-nama tersebut tidak ada nama Nainggolan. Bahkan juga tidak ditulis kecil pakai tanda bintang seperti syarat dan ketentuan selebaran-selebaran iklan.

Nantinya 28 pemain tersebut kembali dipangkas hingga menjadi 23. Daftar nama final akan diumumkan setelah pertandingan persahabatan melawan Portugal di Brussel pada 2 Juni mendatang.

Tidak dimasukannya pemain dengan badan yang banyak digambar dan tidak hilang-hilang meski sudah mandi itu, dikatakan Martinez adalah murni keperluan taktik. Ia mengaku keputusan tersebut tidak berhubungan dengan urusan masa lalu.

Memang sebelumnya, Nainggolan dan Martinez sempat terlibat perselisihan beberapa kali. Kalau istilah anak sekarang, namanya selek. Jelas bukan karena keduanya pernah menjalin hubungan mesra, kemudian putus, sehingga kalau bertemu menjadi awkward.

Indikasi pencoretan nama Nainggolan sebenarnya sudah mulai tercium sejak awal Agustus tahun lalu. Pada waktu itu, pemain berumur 30 tahun tersebut secara gamblang mengkritik Martinez di depan awak media.

Nainggolan yang berwajah ganteng batak itu menuturkan bahwa dirinya mendapat perlakukan tidak adil dari Martinez. Entah seperti apa bentuk perlakukan tersebut. Sepertinya kebanyakan nonton sinetron Bawang Merah Bawang Putih yang dulu dibintangi Revalina S. Temat. Jadi sensitif begitu si Nainggolan anaknya, padahal Martinez bukan ibu tiri yang sering berlaku tidak adil.

“Dia menghubungi saya pukul 11.00 (satu jam sebelum pengumuman skuad). Dia mengira saya tak akan fokus membela Belgia pada Piala Dunia 2018. Saya ingin meledak kala mendengar itu,” tutur Nainggolan seperti dikutip dari Kompas.

Ternyata Nainggolan dinilai oleh Martinez tidak dispilin. Bukan diselipin. Gelandang AS Roma itu ketahuan sering nyebat dan terlambat datang ke sesi latihan. Entah apa yang dilakukannya.

Gayanya sih memang seperti anak STM. Kalau anak STM telat datang sekolah biasanya gara-gara sebat yang dilakukan hingga 10 kali saat menunggu bus.

“Saya pemain yang selalu memberikan 120 persen dari kemampuan terbaik saya. Saya memang terkadang merokok, itu benar. Saya dicoret karena saya merokok, tetapi saya bukan satu-satunya. Dia juga mengatakan saya sering terlambat ke sesi latihan, tetapi lagi-lagi saya bukan satu-satunya,” ujar Nainggolan.

Alasan itulah yang menyebabkan hubungan mereka sempat memanas sejak saat itu. Keputusan untuk pensiun akhirnya diambil oleh Nainggolan setelah namanya tidak dimasukan ke dalam daftar skuat pilihan tersebut. Melalui akun Instagram miliknya, Nainggolan menyatakan gantung sepatu.

“Dengan rasa sakit di hati, saya memutuskan untuk mengakhiri karier internasional. Saya melakukan segalanya untuk bisa berada di sana (Piala Dunia 2018) dan mewakili negara saya. Namun, menjadi diri sendiri bisa sangat merepotkan,” tulis Nainggolan.

Sementara itu Martinez mengatakan alasannya tidak memanggil Nainggolan adalah murni karena pertimbangan taktik. Atau mungkin sekadar sepik. 

“Radja adalah pemain dengan kualitas yang bagus dan terpilih menjadi pemain terbaik AS Roma. Namun, saya mengambil keputusan ini murni karena pertimbangan strategi,” kilahnya.

https://twitter.com/Squawka/status/998517196245667840

Main photo: wallpaperheart.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here