Sebuah fakta menarik datang dari kota Milan, yang terletak jauh banget dari Jakarta. Seorang mantan pemain Milan membeberkan fakta kalau di ruang ganti klub “I Rossoneri” ternyata ada diskriminasi. Diskriminasi apakah itu?

Pemain yang mau menyebutkan namanya itu diketahui bernama Riccardo Saponara. Beda tipis sama ucapan selamat tinggal dalam bahasa Jepang, “Sayonara”. Dia adalah pemain Milan periode 2013-2015.

Seperti yang diungkapkan Saponara, dia mengaku kesulitan beradaptasi di San Siro. Pertama, dia merasakan bagaimana klub dilatih tiga orang yang berbeda. Yakni Massimiliano Allegri, Clarence Seedorf, dan Filippo Inzaghi.

Mungkin dia bingung, ada tiga pelatih yang bergantian menangani Milan dalam waktu dekat sehingga arahannya suka berganti-ganti. Yang kedua, adanya diskriminasi di ruang ganti.

Diskriminasi di sini bukannya senior atau junior seperti yang ada di kampus-kampus. Mau makan saja diusir dari kantin karena harus mengalah sama seniornya.

Hasil gambar untuk saponara milan
Saponara saat masa-masa kelam di Milan. (Source: Vavel)

Saponara menuturkan kalau di ruang ganti Milan itu terbagi dua. Ada satu sisi yang isinya pemain asli Italia dan satu sisi pemain asing. Belum bisa dipastikan apakah diskriminasi itu merupakan sistem yang dibuat secara sengaja, atau terbentuk begitu saja.

“Itu sebuah periode kelam. Kamar ganti saja harus berbagi dan banyak masalah. Sebelah sisi untuk pemain Italia dan sebelah lagi untuk pemain asing. Selain itu ada tiga pelatih pula dalam waktu berdekatan,” kata gelandang yang kini bermain di Fiorentina itu.

Untungnya, ada Giampaolo Pazzini yang bantu Saponara beradaptasi. Mungkin Saponara dulunya tak mendapat geng, jadi suka ke mana-mana sendirian. Alhasil, Pazzini pun iba dan berusaha beri bantuan buat pemain ganteng dari lahir itu.

“Untunglah ada Pazzini yang banyak membantu saya. Ketika saya bergabung dengan Fiorentina, dia juga memberikan saya pesan bahwa saya akan mendapat hal yang spesial di sana,” sambungnya.

Saponara memang kurang bersinar di San Siro. Dia cuma dapat kesempatan main delapan kali doang di Milan selama dua tahun di sana. Itu pun mainnya dari bangku cadangan. Masih kalah sama menit bermain Cristian Gonzales bermain di Piala Presiden kemarin.

Main photo credit: Ragazzi and Partners

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here