London Utara kembali menjadi tempat yang sangat ramah bagi Bayern Munchen menjalani laga Champions League. Tadi malam, Tottenham Hotspur yang menjadi korban kekejaman raksasa Bundesliga dengan skor 2-7 di hadapan pendukungnya sendiri.

Biasanya Bayern ini bertemu dengan Arsenal kala mereka menjalani laga ke London Utara. Tapi berhubung Arsenal sedang jalan-jalan ke Liga Malam Jumat, maka Bayern bertemu dengan Spurs.

Ternyata hasilnya sama saja. Memang pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, Bayern ini langganan untuk mem-bully Arsenal. Bisa diingat pertemuan terakhir mereka yang berakhir dengan skor 5-1 di Emirates pada musim 2016/2017 lalu. Tercatat dalam lima lawatan terakhir Bayern ke London, “Die Rotten” menang lima kali di antaranya.

Kini bertemu dengan lawan baru, Bayern ternyata malah makin ganas. Nafsu sekali mereka mencetak gol sampai membuat tim tuan rumah melakukan kick-off sampai bosan.

Tujuh kali banyaknya dalam satu pertandingan Spurs melakukan kick-off. Belum ditambah dengan satu kali di awal babak. Macam pertandingan amal saja ini banyak sekali golnya.

Pada babak pertama, kedua tim masih bermain cukup imbang dengan skor yang berakhir 2-1 untuk keunggulan Bayern.

Gol tuan rumah dicetak Son Heung-min di menit ke-12. Sebelum dibalas Joshua Kimmich dan Robert Lewandowski.

Tapi pada babak kedua, nafsu Bayern tampaknya mulai tak tertahan. Birahi sekali mereka untuk mencetak gol. Tak tanggung-tanggung, lima gol tambahan dilesakan Bayern di babak kedua.

Gawang Hugo Lloris benar-benar digilir secara asal-asalan dan tidak berperike-bola-an. Sampai kasihan sekali melihatnya. Macam menonton video-video g*angbang saja di situs-situs yang diblok oleh negara +62.

Seharusnya dilakukan dengan cara yang santun. Minta izin dahulu ke Spurs, “bolehkah saya mencetak gol ke gawang anda?” Kalau boleh baru dilakukan. Sementara di laga tersebut tidak ada yang seperti itu. Asal-asalan saja sesuka hati.

Satu nama yang menjadi sorotan adalah Serge Gnabry yang mencetak empat gol dalam babak kedua. Benar-benar liar. Mungkin jadi semangat dia karena melawan rival dari mantan timnya yaitu Arsenal.

Satu gol Bayern lain diciptakan oleh Lewandowski. Sementara itu gol penalti Harry Kane tidak banyak membuat perubahan. Skor akhir 7-2 untuk kemenangan Bayern.

Niko Kovac mengaku cukup terkejut dengan hasil tersebut sebab Spurs sempat memberikan perlawanan.

“Ini tak terlihat seperti pertandingan akan akan berakhir 7-2 setelah 30 menit. Kami punya masalah sendiri di lini belakang dan Neuer menyelamatkan kami di pertandingan ini dengan sejumlah penyelamatan berkelas,” ungkap Kovac dikutip dari Detik.

Sementara Mauricio Pochettino menjelaskan kunci kemenangan lawannya adalah efisiensi.

“Mereka sangat efisien. Setelah kami mengonversi penalti untuk mencetak gol kedua, kami menciptakan banyak peluang untuk melahirkan gol ketiga. Tapi dari menit ke-83 dan 88 kami kemasukan tiga gol.”

https://twitter.com/Sporf/status/1179141569393369089

Main photo: @football__tweet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here