Eder Militao akhirnya resmi berseragam Real Madrid setelah diboyong dari Porto. Namun saat menjalani sesi perkenalan pada konferensi pers, mendadak mantan pemain Porto itu merasa tidak enak body alias tak enak badan dan terpaksa mengakhiri pertemuan.

Madrid mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mendatangkan Eder Militao ke Santiago Bernabeu. Total dana sebesar 50 juta euro harus diserahkan Madrid ke Porto untuk memboyong Militao.

Setelah melewati serangkaian proses transfer, Militao pun akhirnya resmi menjadi pemain Madrid. Militao melakukan konferensi pers dalam rangka perkenalan pertama dirinya dengan status pemain Madrid.

“Ketika saya mendapat kabar ini (gabung Real madrid) saya tidak berpikir dua kali, saya melihat diri saya bermain di klub terbaik di dunia, saya sangat bahagia,” tutur Eder Militao dikutip dari Liputan6.

“Saya akan memiliki musim yang baik di sini dan memberikan sukacita kepada para penggemar,” katanya.

Sayangnya konferensi pers pertama Militao tersebut harus berakhir lebih cepat setelah Militao mengaku sedang “my body is not delicious” alias sedang tidak enak badan.

Pada tengah-tengah sesi, ia terlihat gelisah, lalu melonggarkan dasinya. Militao juga langsung mencari air putih dan banyak meminumnya. Kalau diperhatikan, apa yang terjadi pada Militao ini mirip dengan gejala-gejala orang cepirit.

Tapi tidak bisa dibuktikan juga. Hal yang pasti tidak mungkin kalau seperti itu karena hanya sakit cegukan. Penyakit politikus soalnya itu.

Paling mungkin hanya ada dua penyebabnya, kalau tidak masuk angin, ia pasti kemasukan jin. Perlu didatangkan tim pemburu hantu untuk mengusir jin dan dimasukkan dalam botol.

Militao sendiri diketahui terlalu merasa emosional pada perkenalan pertamanya. Maklum saja, bergabung dengan klub sebesar Madrid, mungkin terlalu senang dan gugup. Jadi begitu akibatnya. Untung saja belum jackpot alias nembak a.k.a muntah di tempat.

Mungkin gejala pusing dan mual-mual berlangsung begitu cepat. Macam serangan kentut di kelas yang tiba-tiba muncul bau tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

Dia sempat dikasih air putih, tapi tetap tidak hilang. Mau dikasih Tolak Angin, enggak ada yang jual di warung sekitar.

“Saya merasa lemah, saya lemah, itu adalah emosi besar. Saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi,” ujar Militao dikutip dari CNN Indonesia.

Militao akhirnya mengakhiri sesi konferensi pers dan meninggalkan ruangan setelah kejadian tersebut. Kalau di Indonesia, gejala seperti langsung diredakan dengan teh manis dan kerokan.

Kalau sudah dikerok pasti bakalan enak setelahnya. Plus kasih minum Tolak Angin atau Antangin.

https://twitter.com/Football__Tweet/status/1148959724907442176

Main photo: metro.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here