Proses regenerasi terus dilakukan oleh tim nasional Italia belakangan ini. Skuat yang dipanggil melawan Albania dan Belanda telah diisi oleh wajah-wajah imut para pemainnya yang kebanyakan masih berkepala dua awal.

Giampiero Ventura memang ditugaskan secara khusus untuk peremajaan skuat macam angkot-angkot di Bogor. Dia diharapkan bisa melewati masa transisi dari para pemain senior macam Gianluigi Buffon, Daniele De Rossi, dan Andrea Barzagli.

Hasilnya? Cukup lumayan bahkan terbilang bagus. Dalam dua laga terakhir mereka memetik kemenangan. Lawan Albania mungkin belum dibilang sebagai ujian karena lawannya juga tak jago-jago amat. Tapi menang lawan Belanda bisa jadi patokan kalau skuat muda “Gli Azzurri” ini cukup menjanjikan.

Tampil di Amsterdam Arena, Belanda unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri yang rada kurang ikhlas dari Alessio Romagnoli. Berawal dari pergerakan Quincy Promes yang namanya baru terdengar, bekerja sama dengan si botak Arjen Robben.

Bola tendangan Promes mengenai kaki dari Romagnoli. Bola pun berbelok dan bikin Gianluigi Donnarumma gelagapan kayak kucing kecebur di empang.

Namun, hanya selang semenit saja, Eder mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan mendatar dengan tinggi beberapa sentimeter saja di atas tanah. Bola hasil mentahan bek Belanda gagal dibuang jauh, bola mendarat di kaki Eder dan langsung ditembak tanpa mengucapkan “Assalamu’alaikkum“.

Bek senior yang lagi laku di pasaran, Leonardo Bonucci, kemudian sukses membawa Italia unggul sekaligus memenangkan pertandingan usai memanfaatkan tendangan sudut yang dilakukan di sudut lapangan.

Ventura jelas bangga dengan hasil ini. Maklum, starter pada malam itu banyak dihuni pemain-pemain muda yang hitungannya baru lulus kuliah dan fresh graduate.

Sebut saja Marco Verratti (24 tahun), Davide Zappacosta (24), Daniele Rugani (22), Romagnoli (22), dan Donnarumma (18). Donnarumma bahkan pertama kalinya jadi starter hanya dalam waktu beberapa bulan saja, mengalahkan catatan seniornya, Gigi Buffon, yang butuh waktu satu tahun untuk jadi starter.

Itu belum ditambah pemain lainnya macam Alex Meret (20 tahun), Roberto Gagliardini (22), Andrea Belotti (23), Matteo Politano (23), dan Andrea Petagna (21). Namun, di skuat ini tak ada nama Alessandro Costacurta, Demetrio Albertini, Marco Delvecchio, Pietro Vierchowod, dan Nicola Caccia karena beda generasi.

Tentu saja, masa pancaroba ini dinilai sangat tepat karena di satu sisi masih terdapat pemain senior yang senantiasa membimbing kayak dosen pembimbing. Satu sisi pemain muda belia yang masih minim pengalaman, tapi tetap dibutuhkan.

“Sepertinya skuat saat ini sangat bagus. Kami telah membangun sebuah skuat bagus yang melibatkan anak muda dengan para veteran. Anak-anak muda ini punya rasa tanggung jawab besar dan sadar betapa besar makna memperkuat Italia,” ujar De Rossi.

Bukan cuma pemain muda, Ventura juga kasih kesempatan pemain yang rookie tapi tua seperti Danilo D’Ambrosio. Sudah berusia 28 tahun tapi belum sekalipun memperkuat Italia.

“Dia bermain baik di liga dan saya tak menutup mata pada siapa pun yang bermain bagus di Seri A,” ujar Ventura.

Main photo credit: ESPN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here