Striker Chelsea bernama imut, Tammy Abraham, langsung jadi orang terdepan jika muncul peraturan mengenai larangan menyundul atau heading dalam sepak bola. Tammy menentang keras wacara tersebut.

Baru-baru ini memang muncul wacana mengenai pelarangan heading dalam pertandingan sepak bola. Alasannya lebih kepada alasan kesehatan. Wacana tersebut muncul dalam sebuah forum diskusi.

Terlalu sering menyundul katanya berdampak negatif pada kepala manusia dan bisa mengakibatkan demensia yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Meski tidak diikuti penurunan daya beli saat ada diskon belanja.

Jika benar demikian, seluruh warga +62 sebaiknya tidak boleh menyundul bola baik pemain profesional sampai tukang sayur dan emak-emak. Soalnya, seluruh warga +62 memang rada-rada somplak cara berpikirnya.

Dampaknya memang tidak dirasakan langsung. Namun bakal dirasakan saat sudah berusia uzur. Beberapa bekas pemain bola yang sudah pensiun mulai terdiagnosis demensia.

Bahkan, Frank Lampard juga mulai khawatir soal ini karena ia sangat sering menyundul bola. Lampard saja khawatir, bagaimana Cristiano Ronaldo yang hobi menyundul. Apalagi Oliver Bierhoff, di Winning Eleven zaman dulu poin heading-nya 90.

Tammy langsung menentang keras saat mendengar wacana ini. Dia sangat tidak setuju karena menyundul adalah bagian dari permainan.

“Saya pikir ini akan merusak sepakbola. Melakukan sundulan adalah teknik. Ini adalah kemampuan untuk mengetahui bagaimana cara menyundul bola. Itu bagian dari sepakbola,” ujar Abraham.

Memang rada aneh kalau main bola tanpa menyundul. Otomatis tidak ada yang lompat. Pakai tangan sudah tidak diperbolehkan, pakai kepala juga dilarang. Lama-lama cuma boleh pakai kaki sama tytyd saja.

Jelas bahwa tanpa heading sepak bola bakal jadi hilang seninya. Main bola mungkin akan jadi monoton. Umpanumpan crossing bakal minim. Namun di situlah tantangannya. Siapa tahu akan muncul inovasi baru.

Siapa tahu ke depannya saat dilarang nyundul, para pemain jadi memilih salto saat menyambut umpan lambung macam takraw.

Namun tetap saja Tammy tidak setuju. Soalnya sundulan itu bagian dari insting manusia.

“Kita semua mencintai sepakbola dan mengubah peraturan dan mengubah bagaimana kita bermain adalah merusak permainan. Saya lebih memilih tetap seperti ini dan terus bermain sepakbola,” kata Tammy, keukeuh.

“Ini (heading) adalah insting. Ketika Anda masuk dan di sekitar kotak penalti, bagaimanapun bola datang Anda akan berusaha menjangkaunya dengan anggota tubuh.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here