Jelang penutupan bursa transfer Serie A pada musim panas ini, AS Roma masih saja sibuk untuk berburu pemain. Kini mereka resmi  mendatangkan gelandang baru berkebangsaan Prancis yaitu Steven N’Zonzi dari Sevila, yang bukan saudaranya Steven N Coconut Treez ‘Welcome to Paradise’.

Roma memang memanfaatkan waktu bursa transfer yang masih tersisa beberapa hari lagi. Selain itu, uang belanja mereka juga sepertinya masih ada sisa. Sayang kalau tak dihabiskan.

N’Zonzi diboyong ke Olimpico setelah Roma menjalin kesepakatan transfer dengan Sevilla dengan nilai sekitar 26 juta euro dengan tambahan bonus terkait performa sebesar 4 juta euro.

Angka yang lumayan murah apabila dilihat dari performa Nzonzi yang merupakan sosok penting di lini tengah Sevilla. Apalagi statusnya sudah juara dunia. Tapi akan jadi mahal jika dibandingkan dengan harga tahu bulat yang sampai sekarang masih Rp 500 per buah, tanpa ada penyesuaian harga.

N’Zonzi  akan dikontrak selama empat tahun atau hingga tahun 2022 dan akan memakai seragam dengan nomor punggung 42. Tidak jelas apa maksud angka 42 tersebut, apakah karena dia nge-fans berat sama film 42 atau bagaimana.

“Saya sangat gembira dan puas menjadi seorang pemain Roma,” N’Zonzi mengatakan kepada situs resmi klub, dikutip Detik. Seperti biasa, komentarnya sangat mainstream. 

“Saya selalu ingin meningkatkan kemampuan, usia tidak masalah, melainkan tentang memberikan kemampuan terbaik Anda. Jadi saya harap bisa memberi kontribusi kepada klub di level apapun, termasuk pengalaman,” ujar pelapisnya N’Golo Kante selama Piala Dunia itu.

Manuver Roma pada bursa trasnfer musim panas ini memang bisa dikatakan sebagai salah satu yang paling aktif. Maklum saja, dagangan mereka baru saja laku dengan harga fantastis beberapa waktu lalu ketika Alisson Becker dibeli oleh Liverpool.

Uang hasil penjualan itu bukannya dimanfaatkan untuk membuat kontrakan atau berjualan galon dan gas, namun digunakan Roma untuk membeli amunisi untuk musim depan.

Memang musim depan nampaknya Serie A akan kembali bersinar seperti era 90-an dahulu. Setelah tim-timnya mampu berbicara banyak di Liga Champions, kini mereka juga aktif dalam bursa transfer. Sebut saja Juventus dan Inter Milan yang juga lumayan aktif pada bursa transfer musim ini.

https://twitter.com/ASRomaEN/status/1029442665471983616

Umur N’Zonzi sendiri memang terbilang sudah mendekati masa habis. Namun meski berusia 29, setidaknya N’Zonzi bisa jadi pilihan dalam beberapa waktu ke depan. Selain itu pemain-pemain yang direkrut Roma juga kebanyakan adalah pemain muda yang dipersiapkan untuk masa depan.

Investasi jangka panjang namanya. Pun ketika performa Nzonzi sudah menurun nanti, Roma tentunya sudah memiliki pilihan pemain muda yang semoga sudah matang juga. Kalau belum matang juga, ditaburi karbit saja beberapa hari biar cepat matangnya.

Sosok N’Zonzi memang dibutuhkan oleh Roma. Tipe gelandang petarung dengan fisik yang kuat tentunya cocok untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Radja Nainggolan. Pemain berwajah ganteng adiktif itu juga rajin mengeksplor seisi lapangan meski tidak sembari menangkap buaya macam Rob Bredl.

Dengan postur tubuh tinggi menjulang macam tiang bendera partai pemilu, bukan hal sulit untuknya memenangkan duel-duel di lini tengah guna memotong serangan lawan.

N’Zonzi sendiri sebelumnya sudah diincar oleh tim-tim Premier League salah satunya adalah Arsenal. Maklum, sang pemain sempat menjadi andalan Emery saat melatih Sevilla. Mungkin dia kangen dan mau reuni lebih cepat. Daripada nunggu bukber di bulan puasa, masih lama.

Untung saja bursa transfer Premier League juga sudah ditutup jadi Roma tidak kena tikung macam kasus Malcom yang lalu.

Sebelumnya N’Zonzi sempat malang melintang di Premier League kala membela Blackburn Rovers dan Stoke City. Ia menjadi rekrutan kesekian Roma pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya ada nama-nama macam Justin Kluivert, Javier Pastore, Davide Santon, Ivan Marcano, dan kiper Robin Olsen.

Main photo: hadalsame.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here