Milan melanjutkan tren positif mereka dari musim lalu sampai musim ini, sampai detik ini. “Rossoneri” yang belakangan lagi kena bully-an, kini menunjukkan siapa sebenarnya itu Milan.

Setelah bertahun-tahun cosplay jadi medioker, Milan kini sudah kembali menjelma jadi tim raksasa yang disegani. Kemenangan lawan Sparta Praha di Liga Europa 3-0 menjadi kemenangan ke-18 dalam 23 laga terakhir mereka di segala kompetisi.

Dalam 23 laga tersebut, tim asuhan Stefano Pioli belum pernah merasakan kalah. Mungkin sekarang Milanisti sudah lupa rasanya kalah. “Kalah? Apa itu kalah?” begitu mungkin pikir mereka.

Menghadapi Sparta, tim asal Ceko yang isinya banyak orang Cekonya, Milan bersenang-senang pada malam yang syahdu itu. Brahim Diaz membawa Milan unggul usai menerima umpan yang membawa prahara rumah tangga pertahanan Sparta dari Zlatan Ibrahimovic.

Milan sempat mendapat penalti yang diekse oleh Zlatan. Namun tendangan Zlatan sungguh kacau. Dengan penuh keraguan, tendangannya tepat sasaran ke tiang gawang.

Serangan bertubi-tubi dilancarkan para pemain Milan. Pertahanannya Sparta memang rapuh banget macam kerupuk ketoprak. Kiper Sparta yang namanya Milan juga, yakni Milan Heca, sempat melakukan double saves luar biasa untuk menghentikan tendangan Rafael Leao dan Sandro Tonali.

Padahal namanya Milan Heca, harusnya si Heca jadi agen gandanya Milan. Biarkan saja para pemain Milan mencetak gol dengan mudah. Siapa tahu bisa direkrut Milan musim depan.

Meski demikian pertahanan Heca ya bobol lagi kalau kelamaan diserang begitu. Bek-beknya Sparta pada enggak tahu diri.

Diogo Dalot sukses mengirimkan sebuah umpan yang sangat cantik secantik mbak Dian Sastro. Menggunakan kaki kanan bagian luar, kalau bahasa tongkrongannya yakni tendangan efek, dia memberi umpan kepada Leao yang tinggal cocor di depan gawang Sparta.

Dalot yang rada nyampah di Manchester United, ternyata tampil gemilang bersama Milan. Setelah memberikan assist, dia lalu membuat gol sekaligus menutup kemenangan Milan.

Ini ada apa dengan MU? Semua pemain buangannya mampu tampil bersinar di klub-klub asal Milan. Sebut saja Romelu Lukaku, Ashley Young, sampai Dalot.

“Tim tahu apa yang harus dilakukannya di lapangan dan bagaimana membaca permainan,” ujar Pioli dikutip dari Football Italia yang dikutip dari Detik.

“Kami tampil bagus melawan Roma di mana kami mampu mengendalikan keadaan. Hari ini kami mampu dengan baik memanfaatkan ruang.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here