Chelsea harus meratapi kekalahan dari seterunya Manchester United (MU) dalam lanjutan Liga Primer dengan skor 0-2. Bukan soal kalahnya, tapi soal VAR-nya yang bikin Chelsea jadi merugi.

Setidaknya ada dua kejadian yang bikin Chelsea jadi buntung dan bikin MU jadi untung. Lucunya, dua kejadian tersebut sudah melewati proses verifikasi oleh wasit Anthony Taylor yang jarang keramas itu.

Pertama saat terjadi kontroversi Harry Maguire menendang biji Michy Batshuayi. Maguire memang dapat dorongan dari Batshuayi hingga terjatuh. Seolah tak terima, Maguire tiba-tiba refleks menendang biji Batshuayi.

Sontak staf-staf Chelsea di pinggir lapangan langsung bangun dari duduknya. Melakukan protes pada wasit untuk mengkartu merah Maguire.

Saat dilihat dari tayangan ulang memang jelas sekali bek MU yang tak hapal Janji Siswa itu menendang biji masa depan Matshuayi. Mungkin memang tidak kencang-kencang amat, tapi lumayan bikin ngilu kalau ditendang di beberapa titik tertentu.

Meski begitu, Maguire pun memberikan pembelaan alias “ngeles”. Katanya dia tak sengaja menendang karena kakinya merasa tak nyaman ketika terjatuh dengan kaki tertekuk.

“Sejatinya, ada yang menyangkut di sepatu saya dan mungkin gerakannya jadi lebih buruk saat terlihat di televisi dari sebenarnya,” kata Maguire dilansir Sky Sports dikutip dari Viva.

“Reaksi alami, hingga kaki saya harus diluruskan. Jika dia jatuh, pasti saya menahannya. Saya juga akan menangkapnya,” terang Maguire.

Masak iya kaki mesti dilurusin pas di kemaluan orang. Macam habis menyetir di Pantura saja, mesti dilurusin. Kasihan kan itu “masa depan” orang bisa-bisa hilang kenikmatan.

Tim wasit memang sempat melihat VAR, tapi akhirnya menyatakan untuk tidak memberikan kartu merah. Inilah yang bikin ‘KZL’ warga Chelsea.

Sengaja tak sengaja namanya menendang ke arah alat vital itu tidak diperbolehkan. Apalagi berurusan dengan ‘masa depan’.

Chelsea akhirnya kebobolan lewat sundulan Anthony Martial. Gol ini tak pakai bantuan VAR karena memang murni kebodohan bek-bek Chelsea yang kurang tanggap menghadapi umpan silang MU.

Namun insiden VAR terjadi lagi di babak kedua dan kembali merugikan Chelsea. Gol Kurt Zouma dianulir gara-gara tim wasit menganggap Cesar Azpilicueta melakukan pelanggaran dengan mendorong Brandon Williams.

Setelah melihat VAR, memang betul Azpilicueta mendorong Williams. Tapi yang kocak, Azpilicueta tak sengaja mendorong Williams lantaran sebelumnya didorong juga oleh Fred. Jadi kalau mau pelanggaran harusnya Fred yang jadi suspect utamanya.

Lucunya, tim wasit tak ‘melihat’ insiden Fred mendorong Azpilicueta. Mereka menganggap Azpilicueta yang mendorong Williams. Mungkin tim VAR lagi asyik makan nasi uduk jadinya tak melihat insiden Fred tersebut.

Setelah dilarang untuk menyamakan kedudukan, Chelsea kebobolan lagi lewat sundulan Maguire, pemain yang seharusnya dikartu merah wasit di babak pertama. Gimana enggak gondok itu pendukung Celsi.

Yang lebih gondok lagi, Chelsea mencetak gol ‘kedua’-nya di laga itu lewat Olivier Giroud. Tapi lagi-lagi dianulir karena ujung kaki Giroud kepanjangan. Harusnya Giroud pakai sepatu ukuran 38 saja, biar tidak offside.

Kali ini wasit berkata benar. Mau seujung kuku kalau sudah melewati garis pertahanan ya tetap offside. Hukum adalah hukum.

Meski VAR ketiga memang benar adanya, tapi Frank Lampard tidak terima karena VAR banyak menguntungkan MU dan bikin timnya buntung.

“Harry Maguire seharusnya dapat kartu merah-kemudian dia mencetak gol kedua dan jalannya pertandingan berubah,” kata Lampard dikutip CNN.

Lampard bahkan secara tersirat buat apa pakai VAR kalau masih menghasilkan keputusan yang salah. Lucunya, di Liga Inggris ini wasit tengah tak melihat langsung kejadian. Cukup mendengar aba-aba dari tim VAR yang melihat, lalu langsung bisa kasih keputusan.

Kalau di liga lain, biasanya wasit tengah suka cek dulu ke rekaman TV yang ada di pinggir lapangan. Baru lah dia kasih keputusan. Kalau di Inggris beda, seolah yang memutuskan adalah tim VAR, bukan wasit tengah.

“Saya tidak berdialog [dengan wasit keempat]. Ini hanya keputusan yang salah, semakin sulit diterima dengan kehadiran VAR. Itu alasan VAR ada, untuk dicintai atau dibenci,” kata Lampard.

“Itu keputusan yang jelas-jelas salah. Ini bukan opini saya. Semua orang yang berbicara dengan saya mengatakan hal yang sama.”

Kalau sudah begini, percuma pakai VAR. Mending CCTV maling sekalian.

https://twitter.com/FutbolBible/status/1229510935649320962

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here